Rafidah Zulfarida Bian Al Fatih (2021) Partikel Peh Sebagai Penanda Kategori Fatis Dan Interjeksi Dalam Bahasa Jawa Dialek Kediri. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (531kB) |
|
|
Text
2. DAFTAR ISI.pdf Download (146kB) |
|
|
Text
3. ABSTRAK.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (252kB) |
|
|
Text
5. BAB II KERANGKA TEORI.pdf Restricted to Registered users only until 27 September 2024. Download (176kB) | Request a copy |
|
|
Text
6. BAB III METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only until 27 September 2024. Download (138kB) | Request a copy |
|
|
Text
7. BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 27 September 2024. Download (525kB) | Request a copy |
|
|
Text
8. BAB V PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only until 27 September 2024. Download (16kB) | Request a copy |
|
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (130kB) |
|
|
Text
10. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only until 27 September 2024. Download (61kB) | Request a copy |
|
|
Text
Kesediaan Publikasi_Rafidah Zulfarida Bian AF (NIM 121611133097) - Rafidah Zulfarida.pdf Restricted to Registered users only Download (211kB) | Request a copy |
Abstract
Konteks merupakan hal yang sangat penting untuk dapat mengetahui maksud dari sebuah tuturan. Dalam kultur masyarakat Kediri, terdapat partikel peh yang mengandung beragam makna pragmatik tergantung pada konteksnya. Makna pragmatik tersebut dapat berdimensi komunikatif maupun emotif. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan distribusi dan makna pragmatik partikel peh sebagai penanda kategori fatis dan interjeksi dalam tuturan bahasa Jawa dialek Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan metode simak dan metode cakap dengan teknik dasar dan teknik lanjutannya. Data dianalisis dengan metode agih dan metode padan untuk menjangkau dimensi linguistik dan dimensi pragmatik. Data disajikan dengan metode formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan distribusi partikel fatis peh terdapat pada awal, tengah, dan akhir kalimat. Sementara itu, distribusi partikel interjeksi peh hanya terdapat pada awal kalimat. Selain itu, partikel peh juga berfungsi sebagai pembentuk gatra dalam tuturan serta penekanan perintah pada tuturan imperatif. Adapun makna pragmatik partikel fatis peh adalah: 1) mengawali pembicaraan; 2) menekankan perintah; 3) menghaluskan perintah; 4) mengakhiri pembicaraan; 5) sekadar penekanan; 6) meminta perhatian mitra tutur; 7) menggantikan kata mentang-mentang; dan 8) menekankan pemaksaan dengan membujuk. Sedangkan makna pragmatik partikel interjeksi peh adalah: 1) menyatakan perasaan kesal; 2) menyatakan kekecewaan; 3) menyatakan perasaan cemas; 4) menyatakan perasaan panik; 5) menyatakan kejijikan; 6) menyatakan perasaan senang; dan 7) menyatakan kekaguman.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 FS.BI 28/21/ Fat p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | partikel peh, penanda fatis, penanda interjeksi, bahasa Jawa, dialek Kediri. | ||||||
| Subjects: | P Language and Literature | ||||||
| Divisions: | 12. Fakultas Ilmu Budaya > Sastra Indonesia | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Dwi Marina | ||||||
| Date Deposited: | 27 Sep 2021 04:59 | ||||||
| Last Modified: | 27 Sep 2021 04:59 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/110611 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


