Uji Antibakteri Ekstrak Seledri (Apium graveolens L. var. secalinum Alef) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus sp .

Husnul Khotimah (2020) Uji Antibakteri Ekstrak Seledri (Apium graveolens L. var. secalinum Alef) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus sp . Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (403kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf

Download (59kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (56kB)
[img] Text (BAB I)
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (59kB)
[img] Text (BAB II)
5. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2024.

Download (194kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6. BAB III METODE PENELITIAN.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2024.

Download (74kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2024.

Download (205kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8. BAB V PENUTUP.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2024.

Download (42kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (70kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
10. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only until 4 October 2024.

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (FORM EMBARGO)
11. FORM EMBARGO.pdf
Restricted to Registered users only

Download (637kB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Seledri (Apiumgraveolens L. varsecalinumAlef) merupakan tumbuhan yang memiliki daya antibakteri karena memiliki kandungan flavonoid, saponin, dan tanin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak selderi sebagai agen antibakteri pada bakteri Staphylococcus sp. Penelitian ini dilakukan dengan 2 metode yaitu uji difusi sumuran dan uji dilusi, dengan menggunakan 4 konsentrasi ekstrak seledri yaitu 25%,50%,75%, dan 100%. Parameter yang diukur untuk uji difusi sumuran adalah diameter zona hambat yang terbentuk di sekitar media.Parameter yang digunakan pada uji dilusi yaitu kekeruhan pada media cair untuk penentuan KHM dan pertumbuhan media padat untuk penentuan KBM. Data diameter zona hambat dianalisis secara statistika menggunakan SPSS 20.0, sedangkan data uji dilusi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian uji difusi sumuran menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak seledri (Apium graveolen sL.Var secalinum Alef) berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri, ditunjukkan dengan terbentuknya zona hambat di media uji pada konsentrasi 25%, 50%, 75%, dan 100%. Nilai tertinggi diameter zona hambat ekstrak seledri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus terdapat pada konsentrasi 100% (11,67± 0,577 mm), dan pada konsentrasi yang sama pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis juga terhambat (11,67±0,577mm). Nilai KHM ekstrak seledri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis berada pada konsentrasi 25%, sedangkan KBM belum dapat ditemukan karena pada konsentrasi tertinggi ekstrak masih terdapat pertumbuhan bakteri, namun memberikan pengaruh penghambatan pertumbuhan. Sehingga dapat disimpulkan secara umum ekstrak seledri (Apium graveolens L. Var secalinum Alef) memberikan pengaruh dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKA KK FV.TLM.22-20 Kho u
Uncontrolled Keywords: Apium graveolens L. var secalinum Alef, Staphylococcus aureus Staphylococcus epidermidis, KHM, KBM
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Ilmu Farmasi
Creators:
CreatorsNIM
Husnul KhotimahNIM151710113003
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorAliyah Siti SundariNIDN0013109002
Depositing User: Novita
Date Deposited: 04 Oct 2021 08:46
Last Modified: 14 Oct 2021 05:04
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/110843
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item