Analisis Keabsahan Pembacaan Putusan Pidana Yang Dibacakan Secara Virtual Atau Elektronik

Angelia Dwi Oktavia, '- (2021) Analisis Keabsahan Pembacaan Putusan Pidana Yang Dibacakan Secara Virtual Atau Elektronik. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN DEPAN)
1 HALAMAN DEPAN.pdf

Download (326kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2 Abstrak.pdf

Download (93kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3 DAFTAR ISI.pdf

Download (162kB)
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
4 BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (189kB)
[img] Text (BAB II)
5 BAB II RATIO LEGIS PEMBACAAN PUTUSAN PIDANA YANG.pdf
Restricted to Registered users only

Download (279kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6 BAB III PEMBACAAN PUTUSAN PIDANA SECARA TELECONFERENCE.pdf
Restricted to Registered users only

Download (307kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7 BAB IV PENUTUP.pdf
Restricted to Registered users only

Download (154kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR BACAAN)
8 Daftar Bacaan.pdf

Download (161kB)
[img] Text (EMBARGO)
EMBARGO.pdf

Download (127kB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Penggunaan sarana teleconference didalam persidangan di Indonesia sebenarnya bukan merupakan hal yang mutlak baru. Jauh sebelumnya, model pemeriksaan saksi dengan bantuan teknologi multimedia pada tahun 2002. Tapi sampai saat ini teleconference belum diakui dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana. Rumusan masalah yang diulas dalam penelitian ini terkait dengan ratio legis pembacaan putusan pidana yang dibacakan secara virtual atau elektronik dan apakah pembacaan putusan pidana yang dibacakan secara virtual atau elektronik bertentangan dengan pasal 195 KUHAP. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif (Normative Law Research) dengan melalui pendekatan konseptual dan pendekatan peraturan perundang-undangan untuk mengkaji permasalahan yang ada. Hasil dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa ratio legis pembacaan putusan pidana yang dibacakan secara virtual atau elektronik adalah karena adanya kebijakan sosial/ physical distancing, mengacu pada asas salus polupi suprema lex esto, mengacu pada asas peradilan cepat, sederhana, biaya ringan dalam masa pandemic covid-19. Kemudian terkait dengan pembacaan putusan secara telecoference tidak bertentangan dengan Pasal 195 KUHAP karena pembacaan putusan pidana secara virtual/ elektronik tidak melanggar asas peradilan terbuka untuk umum. Pembacaan putusan pidana secara teleconference dan pembacaan putusan pidana secara konvensional (biasa) sama saja yang membedakan hanyalah keberadaan terdakwanya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH.224/21 Okt a
Uncontrolled Keywords: persidangan, pembacaan putusan, teleconference, keabsahan
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K5000-5582 Criminal law and procedure > K5015.4-5350 Criminal law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsNIM
Angelia Dwi Oktavia, '-NIM031711133016
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSapta Aprilianto, '-NIDN0007048103
Depositing User: Guruh Haris Raputra, S.Sos., M.M.
Date Deposited: 21 Oct 2021 04:02
Last Modified: 21 Oct 2021 04:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/111508
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item