Putera Wahyu Reswara, '- (2021) Tinjauan Hukum Diplomatik dan Konsuler Terhadap Pemaksaan Masuk Gedung Konsulat Jenderal Cina Di Houston Oleh Kepolisian Texas, Amerika Serikat. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN DEPAN)
1 HALAMAN DEPAN.pdf Download (682kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2 ABSTRAK.pdf Download (128kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3 DAFTAR ISI.pdf Download (154kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
4 BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (250kB) |
|
|
Text (BAB II)
5 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (338kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
6 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (306kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
7 BAB IV PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only Download (134kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR BACAAN)
8 DAFTAR BACAAN.pdf Download (152kB) |
|
|
Text (KESEDIAAN PUBLIKASI)
KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Registered users only Download (157kB) | Request a copy |
Abstract
Kekebalan dan keistimewaan diplomatik dan konsuler merupakan suatu kebiasaan internasional yang telah menjadi hukum internasional dengan terbentuknya Vienna Convention on Diplomatic Relations 1961 dan Vienna Convention on Consular Relations 1963. Negara-negara yang menjalankan hubungan diplomatik dan konsuler harus tunduk kepada dua convention tersebut demi menghormati kedaulatan suatu negara dan menjaga perdamaian di dunia. Namun dalam realitanya, masih terjadi banyak kasus pelanggaran kekebalan dan keistimewaan diplomatik dan konsuler yang diterima oleh nagara pengirim di wilayah negara penerima sehingga menimbulkan sengketa. Dalam kasus sengketa Amerika Serikat dan Cina terkait pemaksaan masuk gedung Konsulat Jenderal Cina di Houston, Amerika Serikat, tindakan Amerika Serikat memaksa masuk wilayah Gedung Konsulat Jenderal Cina di Houston merupakan tindakan yang melanggar hukum internasional, terkhusus yang diatur dalam Vienna Convention on Consular Relations 1963. Sengketa hukum yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina perlu diselesaikan melalui penyelesaian sengketa secara damai, sesuai dengan apa yang diatur dalam Charter of the United Nations (UN Charter). Dengan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Cina yang masih terjalin, negosiasi diplomatik perlu diprioritaskan untuk menjadi metode penyelesaian sengketa yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina dalam upaya penyelesaian sengketa internasional secara damai.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 FH.231/21 Res t | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Kekebalan dan Keistimewaan Diplomatik dan Konsuler, Pemaksaan Masuk, Gedung Konsulat Jenderal | ||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws | ||||||
| Divisions: | 03. Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Guruh Haris Raputra, S.Sos., M.M. | ||||||
| Date Deposited: | 25 Oct 2021 06:45 | ||||||
| Last Modified: | 25 Oct 2021 06:45 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/111595 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


