Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Perizinan Di Bidang Lingkungan Dengan Berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja

Ika Syafitri, '- (2021) Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Perizinan Di Bidang Lingkungan Dengan Berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (HALAMAN DEPAN)
1 HALAMAN DEPAN.pdf

Download (282kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2 ABSTRAK.pdf

Download (94kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3 DAFTAR ISI.pdf

Download (48kB)
[img] Text (BAB I PENDAHULUAN)
4 BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (149kB)
[img] Text (BAB II)
5 BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (325kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6 BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7 BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (32kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR BACAAN)
8 DAFTAR BACAAN.pdf

Download (106kB)
[img] Text (KESEDIAAN PUBLIKASI)
KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (26kB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Judul skripsi ini adalah “Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Perizinan di Bidang Lingkungan dengan Berlakunya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja” yang menggunakan metode penelitian hukum doktrinal (doctrinal research) dengan pendekatan undang-undang (statute approach) dan pendekatan konseptual (conseptual approach). Skripsi ini memfokuskan pembahasan terkait rumusan masalah 1) Karakteristik izin lingkungan dan persetujuan lingkungan.2) Sanksi administratif terhadap pelanggaran perizinan di bidang lingkungan dengan berlakunya Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diundangkan sebagai upaya pemerintah untuk menyerap tenaga kerja seluas-luasnya dengan meningkatkan investasi. Salah satu strategi untuk meningkatkan investasi tersebut adalah dengan penyederhanaan proses perizinan. UU No. 11 Tahun 2020 mengubah, menghapus serta menambahkan beberapa ketentuan dalam UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Salah satu diantaranya yaitu terkait perubahan nomenklatur izin lingkungan menjadi persetujuan lingkungan. Selain itu, perubahan terkait ketentuan sanksi administratif terhadap pelanggaran perizinan lingkungan. Bahwa dalam perubahan Pasal 76 UU No. 32 Tahun 2009 dinyatakan sanksi administratif tidak dikenakan terhadap pelanggaran persetujuan lingkungan melainkan terhadap pelanggaran perizinan berusaha. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa UU No. 11 Tahun 2020 tidak merubah substansi, tujuan serta fungsi perizinan di bidang lingkungan. Namun demikian, perubahan ketentuan sanksi administratif berkaitan dengan pelanggaran perizinan lingkungan dalam UU No. 11 Tahun 2020 memperkuat sanksi administratif yang telah ada sebelumnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH.244/21 Sya s
Uncontrolled Keywords: Izin lingkungan; persetujuan lingkungan; sanksi administratif
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3440-3460 Civil service. Government officials and employees
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3581-(3598) Environmental law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsNIM
Ika Syafitri, '-NIM031711133069
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorFranky Butar Butar, '-NIDN0018088005
Depositing User: Guruh Haris Raputra, S.Sos., M.M.
Date Deposited: 25 Oct 2021 07:37
Last Modified: 25 Oct 2021 07:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/111600
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item