Elvita Mustika Putri, '- (2021) Penyelundupan Barang Ekspor Dan Impor Penyebab Terjadinya Jual-Beli Barang Melalui Black Market (Pasar Gelap). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (HALAMAN DEPAN)
1 HALAMAN DEPAN.pdf Download (684kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2 ABSTRAK.pdf Download (389kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3 DAFTAR ISI.pdf Download (569kB) |
|
|
Text (BAB I PENDAHULUAN)
4 BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (485kB) |
|
|
Text (BAB II)
5 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (571kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB III)
6 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (455kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB IV)
7 BAB IV PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only Download (451kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR BACAAN)
8 DAFTAR BACAAN.pdf Download (315kB) |
|
|
Text (KESEDIAAN PUBLIKASI)
KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Registered users only Download (106kB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi dengan judul “PENYELUNDUPAN BARANG EKSPOR DAN IMPOR PENYEBAB TERJADINYA JUAL-BELI BARANG MELALUI BLACK MARKET (PASAR GELAP)”, penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk menjawab pertanyaan dari banyak orang yang ragu terhadap mekanisme, akibat, dan sanksi pidana terhadap jual-beli barang elektronik melalui Black Market (Pasar Gelap). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme praktek jual-beli barang elektronik melalui Black Market dengan praktek jual-beli barang elektronik pada umumnya adalah sama. Banyak dampak dari praktek jual-beli barang elektronik melalui Black Market tersebut seperti para distributor barang elektrinik menjadi lebih mudah untuk menggelapkan produk tersebut lebih banyak lagi maka akan terjadi kerugian pada negara dalam sektor perpajakan dan dapat merusak stabilitas pasar barang elektronik. Terkait penilitian ini, barang black market adalah barang yang dikirim/diselundupkan secara illegal yang mana barang tersebut tidak tercantum dalam daftar barang niaga yang dimuat dalam sarana pengangkutan atau yang biasa disebut manifes sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan, sehingga terdapat sanksi pidana atas pelanggaran Peraturan Perundang-Undangan tersebut. Bahwa berdasarkan kutipan yang dibahas diatas, maka menurut Pasal 480 KUHP dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan penadahan adalah orang yang membeli, menyewa, menerima, tukar, menerima gadai, menerima sebagai hadiah, atau karena hendak mendapat untung, menjual, menukarkan, menggadaikan, membawa, menyimpan, atau menyembunyikan suatu barang dimana orang tersebut mengetahui bahwa barang tersebut merupakan barang yang diperoleh karena adanya kejahatan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKB KK-2 FH.238/21 Put p | ||||||
| Uncontrolled Keywords: | Black Market, illegal, manifes, penadahan | ||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law | ||||||
| Divisions: | 03. Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Guruh Haris Raputra, S.Sos., M.M. | ||||||
| Date Deposited: | 26 Oct 2021 01:59 | ||||||
| Last Modified: | 26 Oct 2021 01:59 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/111636 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


