Adina Paranita, - (2021) Pengaruh Penambahan Probiotik Terhadap Bahan Organik Total dan Kelangsungan Hidup Pada Pemeliharaan Ikan Lele (Clarias sp.) Menggunakan Recirculating Aquaculture System (RAS). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text
1. HALAMAN DEPAN .pdf Download (750kB) |
|
|
Text
2. RINGKASAN .pdf Download (304kB) |
|
|
Text
3. DAFTAR ISI .pdf Download (307kB) |
|
|
Text
4. BAB 1 PENDAHULUAN .pdf Download (299kB) |
|
|
Text
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA .pdf Download (402kB) |
|
|
Text
6. BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL .pdf Download (298kB) |
|
|
Text
7. BAB 4 METODE PENELITIAN .pdf Download (644kB) |
|
|
Text
8. BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN .pdf Download (393kB) |
|
|
Text
9. BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN .pdf Download (294kB) |
|
|
Text
10. DAFTAR PUSTAKAA.pdf Download (378kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
11. LAMPIRAN.docx Restricted to Registered users only until 11 November 2024. Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
KKC KK PK.BP.117-21-KESEDIAAN PUBLIKASI_ADINA PARANITA_141711133150 - adina paranita.pdf Download (234kB) |
Abstract
Ikan lele merupakan salah satu ikan ekonomis air tawar yang telah banyak dibudidayakan. Namun, sebagaian besar pembudidaya lele tidak melakukan upaya pengelolaan air. Hal tersebut menjadikan sisa pakan dan feses menumpuk pada dasar kolam sehingga mengakibatkan tingginya kandungan bahan organik. Bahan organik yang terlalu tinggi akan berakibat pada menurunya kualitas air. Kualitas air yang buruk menyebabkan ikan menggunakan energinya untuk mempertahankan hidupnya. Sementara itu, ikan yang tidak mampu bertahan akan mati sehingga menyebabkan angka kelangsungan hidup yang rendah. Oleh karena itu, upaya pengelolaan air yang baik harus dilakukan oleh pembudidaya agar tidak terjadi kerugian. Salah satu upaya pengelolaan air adalah menggunakan Recirculating Aquaculture System (RAS). Budidaya sistem resirkulasi atau Recirculating Aquaculture System (RAS) adalah budidaya yang memanfaatkan ulang air kembali dengan menggunakan filter. Kesuksesan budidaya resirkulasi tergantung pada efektivitas sistem dalam menangani limbah. Penggunaan air secara terus menerus akan menyebabkan kinerja filter menurun, sehingga diperlukan perbaikan teknologi dalam sistem salah satunya adalah menggunakan probiotik. Probiotik mengandung bakteri yang berfungsi untuk mendegradasi sisa pakan dan feses yang menyebabkan nilai bahan organik akan menurun. Sehingga dengan ditambahkannya probiotik pada sistem resirkulasi akan menjadikan kualitas air menjadi baik dan angka kelangsungan hidup bertambah. Namun, pemberian probiotik harus dilakukan dengan dosis yang tepat agar kinerja bakteri menjadi efektif. Penelitian dilakukan dengan penambahan probiotik dosis yang berbeda pada budidaya lele sistem resirkulasi. Perlakuan dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebanyak 5 perlakuan dengan 4 ulangan yaitu P0 (Kontrol), P1 (0,5 ml/L), P2 (1 ml/L), P3 (1,5 ml/L) dan P4 (2 ml/L) untuk mengetahui pengaruh penambahan terhadap Bahan Organik Total (BOT) dan kelangsungan hidup ikan lele. Hasil ANOVA (Analisis of Varian) didapatkan bahwa terdapat pengaruh nyata (P<0,05) penambahan probiotik terhadap bahan organik maupun angka kelangsungan hidup. Pada uji lanjut Duncan (DMRT) menunjukkan bahwa perlakuan P2 menunjukkan hasil terbaik untuk menurunkan bahan organik total yaitu dengan rata-rata sebesar 34,07 mg/L diikuti dengan P1 (36,06 mg/L), P0 (45,76 mg/L), P3 (46,89 mg/L), dan P4 (46,54 mg/L). Sementara itu angka kelangsungan hidup terbaik juga diperoleh perlakuan P2 yaitu 85%, diikuti P1 (80%) P3 (81,25%), P4 (77,5%) dan P0 (71,25%). Sehingga, disimpulkan bahwa penambahan probiotik 1 ml/L merupakan dosis efektif untuk diterapkan pada sistem resirkulasi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK PK.BP.117-21 Par p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Recirculating Aquaculture System, Ikan Lele, Probiotik, Budidaya | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH328-329 Fishery management. Fishery policy |
|||||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | shiefti dyah alyusi | |||||||||
| Date Deposited: | 11 Nov 2021 04:12 | |||||||||
| Last Modified: | 11 Nov 2021 04:12 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/112492 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


