Perbandingan Keakuratan Capital Asset Pricing Model (CAPM) Dan Arbitrage Pricing Theory (APT) Dalam Memprediksi Tingkat Pendapatan Saham Industri Manufaktur Sebelum Dan Semasa Krisis Ekonomi Di Bursa Efek Jakarta

Gancar Candra Premananto, - and Muhammad Madyan, - (2003) Perbandingan Keakuratan Capital Asset Pricing Model (CAPM) Dan Arbitrage Pricing Theory (APT) Dalam Memprediksi Tingkat Pendapatan Saham Industri Manufaktur Sebelum Dan Semasa Krisis Ekonomi Di Bursa Efek Jakarta. Laporan Penelitian. UNIVERSITAS AIRLANGGA. (Unpublished)

[img] Text (Laporan Penelitian)
KKB KK-2 332.041 5 Pre p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilakukaan untuk menjawab permasalahan (1) Apakah terdapat perbedaan akurasi antara model CAPM dengan APT dalam memprediksi pendapatan saham industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta sebelum krisis ekonomi ? (2) Apakah terdapat perbedaan akurasi antara model CAPM dengan APT dalam memprediksi pendapatan saharn industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta semasa krisis ekonomi Dua model yang dapat digunakan para Investor untuk memprediksi pendapatan saham perusahaan dan sampai saat ini masih menjadi perdebatan para ahli manajemen keuangan tentang ketepatannya dalam memprediksi pendapatan saham perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui keakuratan model CAPM dan APT dalam memprediksi pendapatan saham industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta sebelum krisis ekonomi dan (2) mengetahui keakuratan model CAPM dan APT dalam memprediksi pendapatan saham industri Manufaktur di Bursa Efek Jakarta semasa krisis ekonomi. Populasi penelitian ini adalah seluruh pendapatan saham perbulan perusahaan manufaktur dan perbankan yang go public di Bursa Efek Jakarta. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendapatan saham perbulan 16 perusahaan manufaktur tahun 1991 2001. Dalam penelitian ini ada 2 macam priode waktu yang digunakan yaitu ; (1) periode estimasi (estimation Period) yang digunakan untuk mengestimasi parameter alpha dan beta tiap-tiap saham adalah dari januari 1992 sampai dengan Desember 1994. (2) periode uji (test period), yaitu periode pengamatan keakuratan kedua model tersebut dalara memprediksi pendapatan saham. Periode uji yang digunakan untuk menguji perbedaan keakuratan model CAPM dan APT sebeium dan semasa krisis ekonomi adalah dari Januari 1995 sampai dengan Juni 1997 (sebelum krisis ekonomi) dan Juli 1997 sampai dengan Desember 2001 (semasa krisis ekonomi) Hasil penelitian menunjukkan model CAPM lebih akurat dibandingkan model APT dalam memprediksi pendapatan saham industri manufaktur sebelum krisis maupun semasa krisis. Kelcurangalcuratan model APT dibandingkan model CAPM pada penelitian ini dapat disebabkan oleh: (1) ketidaksesuaian variabel pembentuk model APT yang digunakan dalam penelitian ini; (2) tidak semua investor menggunalcan tnetode ARIMA dalam mengestimasi variabel makro ekonomi; dan (3) ketidakmampuan modei APT yang dibentuk dalam penelitian ini untuk menjelaskan variasi pendapatan yang disebabkan oleh faktor non ekonomi serta corporate actions. Selain itu, model CAPM dan Model APT yang dibentuk pada kondisi ekonomi yang relatif stabil (sebeium krisis) tidak dapat digunakan untuk memprediksi pendapatan saham industri manufaktur pada masa krisis karena menghasilkan MAD yang tinggi. Berdasarkan penelitian ini disaran bagi penelitian-penelitian selanjutnya sebaiknya (I) variable-variabel pada model APT diperbanyak, sebab dengan tiga variable makro ekonomi yang telah dilakukan oleh Penulis dan M.Syaichu (2001) telah membuktikan bahwa model APT tidak lebih akurat dibandingkan model CAPM dan variabelatvariabel pembentuk model APT yang digunakan adalah benar-benar yang mempunyai hubungan yang signifikan dengan pendapatan saham pada periode penelitian tersebut. (2) dilakukan dengan sampei yang dikelompokkan menurut ukuran perusahaan karena perusahaan yang mempunyai ukuran perusahaan yang relatif sama mempunyai sensitivitas yang relatif sama pula terhadap variabel pendapatan pasar petnbentuk model CAPM dan variabei makro ekonomi pembentuk model APT dan (3) digunakan periode yang relatif pendek, karena jika dilakukan pada periode yang cukup panjang membuka peluang bagi ketidakstabilan beta pada model CAPM .dan variabelavariabel pembentuk rnodel APT sehingga kedua model tersebut tidak akurat

Item Type: Monograph (Laporan Penelitian)
Additional Information: KKB KK-2 332.041 5 Pre p
Uncontrolled Keywords: Capital Asset Pricing Model (CAPM) , Arbitrage Pricing Theory (APT)
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
H Social Sciences > HG Finance > HG4501-6051 Investment, capital formation, speculation > HG4538 Foreign investments
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsNIM
Gancar Candra Premananto, -NIDN'0022077403
Muhammad Madyan, -NIDN'0004017104
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 06 Apr 2022 13:44
Last Modified: 06 Apr 2022 13:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/114732
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item