Pengaruh Pemberian Infus Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Terhadap Kontraksi Trachea Marmut

Ratna Damayanti, - and Tri Martini, - and Anwar Ma'ruf, - and Nove Hidajati, - and Kuncoro Puguh Santoso, - (1995) Pengaruh Pemberian Infus Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Terhadap Kontraksi Trachea Marmut. Laporan Penelitian. Fakultas Kedokteran Hewan. (Unpublished)

[img] Text (LAPORAN PENELITIAN)
KKC 636 089 532 1 Pen.pdf

Download (1MB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh pemberian infus temuIa¬wak (curcuma xanthorrhiza Roxb) terhadap kontraksi trachea marmut. Rumusan masalah yang diajukan adalah apakah pemberian infus temulawak berpengaruh terhadap kontraksi otot polos trachea ?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai seberapa Jauh pengaruh infus temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) terhadap kontrakss otot polos trachea marmut secara in vitro. HIpotesis yang diajukan adalah infus tamulawak berpengaruh terhadap kontraksi otot polos trachea. Manfaat yang diharapkan adalah memberi intormasi ilmiah kepada masyarakat tentang pengaruh infus temulawak terhadap kontraksi otot polos trachea. Dalam penelitian ini rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Longkap (RAL). Hewan percabaan yang digunakan adalah marmut (Cavia porcellus) jantan sebanyak 40 ekor. Howan percobaan dsbagi secara acak menjadi 4 keIompok sebagai berikut t Kelompok Kelompok I: I : 10 Trachea dalam larutan tyrode diberi ace-tycolin konsentrasi 20 ug/m1 Kelompok II: 10 Trachea dalam larutan tyrode diberi infus temulawak konsentrasi 5% dosis 1 ml Kelompok III : 10 Trachea dalam laruton tyrode diberi infus temulawak konsentrasi 10% dosis 1 ml Kelompok IV ; 10 Trachea dalam larutan tyrode diberi infus temulawak konsentrasi 20% dosis 1 ml Pengamatan pengaruh infus temulawak terhadap kontraksi trachea (tonus) marmut dilakukan secara invitro, dengan menggunakan alat isometric force tranduoer, sedangkan penoatatan hasil rekaman dilakukan dengan chart mover Harvard, Data yang diperoleh dianalisio dengan Uji Sidik Ragam (Anava) dan bila berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji BNT 5%. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa infus temulawak konsentrasi 20% dapat meningkatkan tonus kontraksi otot polos trachea marmut paling tinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Berdasarkan hasil tersebut maka peneliti menyarankan perlunya dilakukan penelitian untuk mencari dosis yang optimal sehingga dapat digunakan secara aman.

Item Type: Monograph (Laporan Penelitian)
Additional Information: KKC 636.089 532 1 Pen
Uncontrolled Keywords: Infus, Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb), Kontraksi, Trachea Marmut
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan > Ilmu Kedokteran Hewan Dasar
Creators:
CreatorsNIM
Ratna Damayanti, --
Tri Martini, --
Anwar Ma'ruf, -NIDN0009056502
Nove Hidajati, -NIDN0015116501
Kuncoro Puguh Santoso, -NIDN0015106601
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 13 Apr 2022 05:05
Last Modified: 13 Apr 2022 05:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/115236
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item