Pengembangan Vaksin Flu Burung H5n1 Untuk Manusia Dengan Menggunakan Teknologi Reverse Genetic Pada Kultur Sel Ikan Zebra (Danio Rerio) Sebagai Basis Pengembangan Vaksin Halal

Chairul Anwar Nidom, - and Kadek Rachmawati, - and Muhammad Khaliim Jati Kusala, - (2018) Pengembangan Vaksin Flu Burung H5n1 Untuk Manusia Dengan Menggunakan Teknologi Reverse Genetic Pada Kultur Sel Ikan Zebra (Danio Rerio) Sebagai Basis Pengembangan Vaksin Halal. Laporan Penelitian. FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN. (Unpublished)

[img] Text (LAPORAN PENELITIAN)
2022_03_18_10_20_04.pdf

Download (6MB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Avian Influenza H5N 1 telah menyebar di Indonesia sejak 2003. Virus Avian influenza H5N 1 sebenarnya menginfeksi berbagai hewan, tennasuk burung, mamalia dan lainnya. Sejak 2005, virus flu burung telah menginfeksi manusia. Menurut data, ada 132 orang yang diduga tertular virus ini, dan ini adalah salah satu kasus tertinggi wabah flu burung H5N1 di dunia. Salah satu sarana perlindungan terhadap infeksi adalah vaksinasi. Hingga saat ini belum ada vaksin influenza H5N 1 yang masih ada,karena virus memiliki tingkat patogenisitas yang tinggi, yang membuatnya sulit memperoleh hasil tinggi dari seed vaksin (Reviany dkk, 2017). Avian influenza (AI) merupakan penyakit unggas menular yang disebabkan oleh virus AI tipe A dari famili Orthomyxoviridae. Berdasarkan patogenisitas virus AI dibedakan menjadi highly pathogenie avian influenza (HPAI) dan /ow pathogenic avian influenza (LPAI)(Elco Agus Srihanto dkk, 2015). Virus avian influenza (AI) terbagi atas tiga tipe, yaitu tipe A, B, dan C, berdasarkan atas perbedaan antigen pada protein inti (nucleoprotein) dan protein rnatriks. Virus influenza-A adalah virus yang paling virulen dari tiga tipe infuenza tersebut.Virus influenza A dikelompokkan berdasarkan pada dua antigen pennukaan virus, yaitu protein hemaglutinin (HA) dan protein neuraminidase (NA), yang sampai saat ini telah ditemukan 18 HA (H1-H1) dan 11 NA (N1-N11) (Teuku Zahrial Helmi dkk, 2016) Tataran ke halal-an telah menjadi perhatian tersendiri, mengingat pengguna vaksin sepertiga penduduk dunia beragama Islam Virus Flu Burung H5N1 dengan tingkat patogen yang rendah tidak dapat dikembangkan dengan menggunakan teknik mkonvensional. Penemuan dan penerapan teknologi reverse genetic virus influenza telah mcrevolusi praktik pengembangan vaksin Flu Burung H5N1 (Horimoto T & Kawaoka Y, 2006). Hal ini menyebabkan peningkatan produksi Virus Flu Burung 1-15N1, merupakan generasi virus rekombinan untuk vaksin terbatas pada sejumlah sel mamalia terpilih seperti sel African green monkey kidney epithelial cells (sel Vero) atau sel Madin Darby Canine Kidney (MDCK)(Muralcami S et al, 2008). Saat ini beberapa pendekatan inovatif yang prospektif untuk pengembangan vaksin pandemik, antara lain vaksin yang berbasis sel kultur sehingga pengembangan vaksin Fiu Burung H5 berbasis sel kultur khususnya yang berbasis kehalalan sangat diperlukan. Salah satu sel kultur yang bisa diharapkan sebagai basis kehalalan adalah Ikan Zebra. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melalailcan pengembangan Produksi vaksin Flu burung H5N 1 reverse genetic dengan menggunakan sel ikan zebra (Danio rerio). Virus Flu Burung yang digunakan dalam penelitian ini adalah virus Flu Burung H5N I reverse genetic yang diperoleh dari stok virus Laboratorium Professor Nidom Foundation (PNF), kemudian virus dikembangican dalam kultur sel. Sel yang digunakan adalah sel kultur yang berasal dari ikan zebra (Danio rerio). Setelah itu didlakukan pengujian Hemaglutinin (14A) mikroteknik. Sarnpel yang menunjukkan hasil positif pada uji HA yang telah dikonfirmasi dengan uji HI selanjutnya dilakukan ekstraksi RNA Setelah dilakukan ekstraksi RNA tahap berikutnya adatah amplifikasi PCR. Produk PCR yang dihasilkan harus dipurifikasi terlebih dahulu untuk persiapansekuensing. Sekuensing nukleotida ini dilakukan tiga tahap, tahap pertama adalah melakulcan tahap labeling yaitu DNA yang sudah murni dilabel dengan Big Dye Terminator kit versi 3.1 Penambahan reagen ini bertujuan untuk memberikan fluoresensi yang digunakan untuk membedakan urutan nukleotida.Tahap kedua yaitu rnelakukan hasil purifikasi cycle sequencing menggunakan Big Dye X Terminator yang bertujuan untuk memurnikan nukleotida dan menghilangkan Brg Dye Label yang tersisa. Setelah itu, tahap terakhir yaitu melakukan sekuensing dengan menggunakan mesin sequenser AB1 310 xL GENETIC ANALYSER (Applied Biosystems, Inc). Target luaran yang di capai adalah Mendapatkan virus Reverse genetic yang telah beradaptasi pada sel ikan zebrareio) sebagai seed vaksin yang hatal untuk manusia.

Item Type: Monograph (Laporan Penelitian)
Additional Information: KKC KK LP
Uncontrolled Keywords: H5N1, Sel Kultur, Ikan Zebra, Reverse Genetic, Vaksin
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan > S3 Sains Veteriner
Creators:
CreatorsNIM
Chairul Anwar Nidom, -NIDN0008035803
Kadek Rachmawati, -NIDN0025076801
Muhammad Khaliim Jati Kusala, -NIDN61714453005
Depositing User: Mrs Amalia Tri
Date Deposited: 13 Apr 2022 05:55
Last Modified: 13 Apr 2022 05:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/115257
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item