Komposisi Fitosom Campuran Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma dometica L.) dan Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhia Roxb.)

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA (2020) Komposisi Fitosom Campuran Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma dometica L.) dan Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhia Roxb.). IDP000066118.

[img] Text (FULLTEXT)
C-37 PATEN.pdf

Download (6MB)
[img] Text (KUALITAS KARIL)
C-37 Kualitas Karil.pdf

Download (596kB)
Official URL: https://pdki-indonesia.dgip.go.id/detail/P00201608...

Abstract

Curcumin dan tanaman yang mengandung curcumin, Curcuma species, mempunyai aktivitas menghambat pembentukan prostaglandin dan leukotrienes. Hal ini sama dengan kemampuan steroid yang berhubungan dengan aktivitas antiinflammasinya, namun tidak mempunyai efek samping seperti steroid. Mekanisme aksi curcumin berbeda dengan steroid, pada dasarnya aktivitasnya berdasarkan sifat antioksidannya yang bekerja melalui 3 proses yaitu menghambat radikal bebas, menghambat pembentukan siklooksigenase dan lipooksigenase (Patent CA2082562 A1). Curcumin, merupakan zat warna kuning yang terkandung di dalam tanamam dalam marga Curcuma, mempunyai aktivitas yang berkaitan dengan antiinflammasi; angiogenesis; tumorigenesis; diabetes; penyakit kardiovaskular, sistem pernafasan dan sistem syaraf, kulit, hati, tulang dan otot, depresi, kelelahan kronis dan neuropathic pain. Penggunaan curcumin terkendala pada warnanya dan sifatnya yang tidak larut air yang menyebabkan rendahnya bioavailabilitasnya. Karena banyanya aktivitas farmakologi dari curcumin banyak sekali peneltian yang dilakukan untuk mengatasi problem tersebut. Salah satu cara untuk mengatasi problem tersebut adalah dengan pendekatan pengembangan sistem penghantaran obat dengan bentuk kompleks seperti fitosom dan bentuk vesikel seperti liposom (Anand, 2008). Xanthorrhizol adalah senyawa sesquiterpenoid dengan tipe bisabolan yang terkandung di dalam temulawak. Senyawa ini mempunyai banyak aktivitas farmakologi seperti halnya curcumin yaitu antikanker, antimikroba, anti-inflammasi, antioksidan, antihiperglikemik, antihipertensi, antiplatelet, nephroprotective, hepatoprotective, estrogenic dan anti-estrogenic effects (Seok, 2015). Kunyit dan temulawak merupakan dua dari sekian banyak herbal yang mempunyai permintaan terbesar dalam dunia industri. Kedua rimpang tersebut digunakan tidak hanya dalam industri obat herbal tapi juga dalam industri makanan, minuman dan kosmetik. Kunyit mengandung kadar curcumin terbesar dibandingkan dengan spesies lain dalam marga Curcuma, sedangkan temulawak mempunyai kadar minyak atsiri yang terbesar dengan kandungan senyawa xanthorhizol yang tidak dimiliki spesies lain dalam marga Curcuma. Untuk itu dalam invensi ini digabungkan kedua rimpang ini menjadi bentuk campuran yang mempunyai aktivitas yang lebih baik.

Item Type: Patent
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmakognosi Fitokimia
Creators:
CreatorsNIM
Achmad Fuad Hafid, -NIDN0012125207
Idha Kusumawati, -NIDN0004087003
Depositing User: Mr M. Fuad Sofyan
Date Deposited: 14 Jul 2022 02:44
Last Modified: 26 Mar 2023 08:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/117064
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item