Pengembangan Alat Cuff Sensor Monitor Sebagai Upaya Pencegahan Ventilator Associated Penumonia (VAP)

Yulis Setiya Dewi, - and Arina Qona'ah, - and Hidayat Arifin, - and Rifky Octavia Pradipta, - and ROSITA, - and - and - and - (2022) Pengembangan Alat Cuff Sensor Monitor Sebagai Upaya Pencegahan Ventilator Associated Penumonia (VAP). Other. CV Saga Jawadwipa.

[img] Text (Buku Monograf)
Buku Monograf 03.pdf

Download (1MB)
[img] Text (KARIL)
KARIL 03.pdf

Download (968kB)
Official URL: file:///C:/Users/HP/Downloads/eBOOK-cuff-sensor-_8...

Abstract

Pengembangan Alat Cuff Snsor Monitor Sebagai Upaya Pencegahan Ventilator Associated Pneumonia (VAP) dapat diselesaikan oleh Tim Peneliti. Kami mewakiliki seluruh Himpunan Perawat Critical Care Indonesia (HIPERCCI) Jawa Timur merasa berbangga hati dengan diterbitkan penulisan ini sebagai panduan dalam Pengembangan Model Pencegahan Bacterial Translocation dan Microaspiration Oleh Perawat ICU Pada Pasien Dengan Risiko Ventilator Associated Pneumonia (VAP), terutama di tengah-tengah pandemi covid-19. Peningkatan risiko tertular infeksi merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh pasien yang dirawat di unit perawatan intensif (ICU). Peningkatan insiden infeksi nosocomial disebabkan oleh berbagai faktor yang bervariasi salah satunya adalah pengendalian infeksi yang tidak tepat. Infeksi nosokomial yang sring terjadi di ICU adalah infeksi saluran pernapasan bagian bawah dan yang paling umum adalah ventilator associated pnemonia (VAP) Pencegahan VAP yang baik dapat menurunkan lama perawatan, menurunkan biaya perawatan dan meningkatkan kepuasan pasien. Upaya untuk mencegah mobilisasi bakteri dari rongga mulut ke saluran luar ETT adalah cara mencegah VAP. Namun degan beberapa faktor lain kebocoran cairan di sekitar cuff ETT vii ke dalam jalan napas merupakan bentuk mikroaspirasi dan translokasi bakteri yang menyebabkan dapat VAP. Hal tersebut didukung dengan perawat yang mungkin tidak selalu dapat mengantisiapasi tekanan balon ETT yang berkurang karena beban kerja di ICU serta keterbatasan peralatan yang tersedia. Kapasitas SDM perawat yang terbatas juga masih menjadi evaluasi kami ke depannya unutk tetap berjuang memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien di ICU utamanya selama masa pandemi. Kami sangat bangga karena tim peneliti Faultas Keperawatan UNAIR yang diketuai langsung oleh Dr. Yulis Setiya Dewi, S.Kep., Ns., M.Ng berhasil membuat pengembangan model dengan metode yang efektif untuk menentukan standar tingkat pencegahan translokasi bakteri dan mikroaspirasi melalui optimalisasi tekanan balon ETT dan monitoring tekanan balon secara kontinyu sangat diperlukan. Kami akan mendukung penuh segala proses yang akan dilakukan oleh tim peneliti dalam mengembangkan teknologi keperawatan. Selanjutnya, hasil dari tulisan ini diharapkan dapat menjadi rujukan sejawat perawat untuk melakukan pencegahan mikro aspirasi dan translokasi bakteri pada pasien yang menggunakan ventilator. Dengan demikian elayanan asuhan keperawatan pada pasien akan semakin maksimal.

Item Type: Monograph (Other)
Uncontrolled Keywords: Medicine
Subjects: R Medicine > RT Nursing > RT1-120 Nursing
Divisions: 13. Fakultas Keperawatan > S2 Keperawatan
Creators:
CreatorsNIM
Yulis Setiya Dewi, --
Arina Qona'ah, --
Hidayat Arifin, --
Rifky Octavia Pradipta, --
ROSITA, --
--
--
--
Depositing User: Eko Kuswanto
Date Deposited: 25 Jan 2023 07:11
Last Modified: 25 Jan 2023 07:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/119681
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item