Peningkatan Imunoglobulin G pada Mencit (Mus Musculus) setelah Imunisasi Antigen Protein Solubel (SPTAg) Toxoplasma Gondii dengan atau Tanpa Ajuvan Toksin Kolera (CT) secara Intranasal

Moriko Pratiningrum (2004) Peningkatan Imunoglobulin G pada Mencit (Mus Musculus) setelah Imunisasi Antigen Protein Solubel (SPTAg) Toxoplasma Gondii dengan atau Tanpa Ajuvan Toksin Kolera (CT) secara Intranasal. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
KKA KK TKD 21 05 Pra p.pdf

Download (5MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Respon imun humoral sistemik terhadap toksoplasmosis yang bertahan lama adalah imunoglobulin G. Imunoglobulin ini dapat dideteksi setelah infeksi parasit atau imunisasi dengan vaksin hidup maupun subunit antigen parasit. Salah satu kandidat dari subunit antigen Toxoplasma gondii adalah Antigen Protein Solubel (SPTAg). Penggunaan SPTAg dimaksudkan untuk menginduksi respon imun, dengan aplikasi intranasal yang merupakan salah satu rute imunisasi yang efektif untuk menginduksi respon imun. Ajuvan Toksin Kolera (CT) digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan sistem imun mukosa untuk merespon SPTAg yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran respon imun IgG dengan imunisasi SPTAg T.gondii dengan atau tanpa ajuvan CT secara intranasal dari serum hewan coba. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk : (1) membuktikan terdapatnya perbedaan gambaran respon imun IgG setelah imunisasi SPTAg T. gondii yang diaplikasikan secara intranasal dengan atau tanpa menggunakan ajuvan CT, (2) membuktikan terdapatnya pengaruh waktu terhadap gambaran respon imun IgG mencit setelah imunisasi SPTAg T. gondii yang diaplikasikan secara intranasal dengan atau tanpa menggunakan ajuvan CT, dan (3) membuktikan terdapatnya interaksi antara waktu imunisasi dan periakuan pada respon imun IgG mencit setelah imunisasi SPTAg T. gondii yang diaplikasikan secara intranasal dengan atau tanpa menggunakan ajuvan CT. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan Faktorial Sama Subyek, menggunakan 60 ekor mencit (Mus musculus) BALB/c betina, umur 6 —8 minggu dibagi dalam 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok imunisasi SPTAg, kelompok imunisasi SPTAg dengan ajuvan CT serta kelompok kontrol negatif yang diberikan PBS. Imunisasi 1 kali diberikan pada minggu pertama. Serum diambil dart pleksus orbitalis hewan coba 1 minggu setelah imunisasi dan dilakukan selama 4 minggu berturut-turut. Respon imun IgG ditentukan dart nilai Optical Density (OD) yang diperoleh dari pemeriksaan ELISA indirect. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan uji Anova Faktorial Sama Subyek menggunakan program SPSS 10.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imunisasi intranasal SPTAg tanpa ajuvan CT dapat meningkatkan respon imun IgG Iebih tinggi daripada imunisasi intranasal SPTAg dengan ajuvan CT baik pada minggu I, II, III dan IV. Pada analisis statistik, pertama, terdapat perbedaan yang bermakna dengan nilai p=0,017 (p<0,05) pada gambaran respon imun IgG antara imunisasi SPTAg intranasal baik dengan ajuvan CT maupun tanpa ajuvan CT; kedua, tidak terdapat pengaruh waktu yang bermakna dengan nilai p=0,474 (p>0,05) pada respon imun IgG pada imunisasi SPTAg intranasal baik dengan ajuvan CT ataupun tanpa ajuvan CT; ketiga, tidak terdapat efek interaksi waktu dan perlakuan yang bermakna dengan nilai p=0,882 (p>0,05) balk pada imunisasi SPTAg intranasal baik dengan ajuvan CT ataupun tanpa ajuvan CT. Dengan demikian sebagai kesimpulan pada penelitian ini, imunisasi SPTAg intranasal dengan atau tanpa ajuvan CT dapat menginduksi peningkatan respon imun IgG. Sedangkan titer IgG pada imunisasi SPTAg dan CT tidak meningkat kemungkinan karena waktu perlakuan yang pendek.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK TKD 21 05 Pra p
Uncontrolled Keywords: Toxoplasma, Imunisasi, Toksin Kolera
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA638 Immunity and immunization in relation to public health
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Magister Ilmu Kedokteran Dasar
Creators:
CreatorsNIM
Moriko PratiningrumNIM-
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorSoedartoNIDN-
Thesis advisorSuhintam PusarawatiNIDN0015045906
Depositing User: S.Sos. Sukma Kartikasari
Date Deposited: 29 Mar 2023 03:28
Last Modified: 29 Mar 2023 03:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/121161
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item