Abortus yang Disebabkan oleh Toxoplasmosis pada Sapi

Kumaedi, K (1983) Abortus yang Disebabkan oleh Toxoplasmosis pada Sapi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (829kB)
[img] Text (RINGKASAN)
2. RINGKASAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (871kB)
[img] Text (BAB 1 PENDAHULUAN)
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB 2 ABORTUS YANG DISEBABKAN OLEH TOXOPLASMOSIS PADA SAPI)
5. BAB 2 ABORTUS YANG DISEBABKAN OLEH TOXOPLASMOSIS PADA SAPI.pdf
Restricted to Registered users only until 2026.

Download (7MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3 KESIMPULAN)
6. BAB 3 KESIMPULAN.pdf
Restricted to Registered users only until 2026.

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (1MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id/

Abstract

Toxoplasrnosis rnerupakan penyakit yang bersifat infeksi kontak langsung, disebabkan oleh protozoa Toxoplasma gondii. Nicolle dan Manceaux pada tahun 1908 telah menemukan organisme ini dari rodensia, Ctenodactylus gondii di Afrika Utara, Farrel pada tahun 1952 telah berhasil juga mengisolasi organisme yang sama dari babi, dan Sanger pada tahun 1953 juga telah berhasil mengisolasi dari sapi (Marchant dan Barner, 1971). Toxoplasmosis bukanlah merupakan penyakit yang sangat mengancam reproduksi, karena abortus yang terjadi kejadiannya jarang dan sapi yang menderita abortus pada kebuntingan berikutnya dapat berjalan dengan normal. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan sanitasi, menjauhkan sapi dari famili Felidae termasuk kucing, makanannya tidak terkontaminasi dengan kotoran kucing, mengurangi stres dan melakukan uji serologi untuk mengetahui infeksi sedini mungkin, sehingga dapat segera diberikan pengobatan, Hewan yang sakit diisolasi dan diberikan pengobatan. Vaksin yang benar-benar baik untuk mencegah toxoplasmosis belum ada, meskipun infeksi Toxoplasma menimbulkan terbentuknya antibodi di dalam tubuh. Hewan yang sakit dapat diobati dengan preparat Pyrimethamine (Daraprim) atau Sulfonamide seperti Sulfapyrimidines (Sulfamerazine, Sulfadiazine dan Sulfadimidine) dan Sulfapyrazine sangat efektif. Pengobatan yang diberikan secara kombinasi antara Sulfonamide dengan Pyrimethamine memberikan hasil yang lebih baik. Obat-obat tersebut hanya efektif terhadap Toxoplasma gondii bentuk proliferatif dan tidak pada pseudocyst. Aureomycin dapat diberikan pada stadium awal dari penyakit toxoplasmosis, tetapi pada stadium akut efeknya sangat kecil.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Toxoplasmosis, Sapi, Abortus
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF191-275 Cattle
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF810 Veterinary parasitology
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan > Ilmu Kedokteran Hewan Dasar
Creators:
CreatorsNIM
Kumaedi, KB. 150015
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
UNSPECIFIEDSoebadi Partodihardjo, SUNSPECIFIED
Depositing User: indah rachma cahyani
Date Deposited: 01 Jan 2024 08:22
Last Modified: 01 Jan 2024 10:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/128911
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item