Evrieolita Eka Pantina, E (2024) Pengaruh Pemberian Minuman Ekstrak Daun Katuk Kering dan Katuk Hijau (Sauropus Androgynus (L.) Merr.) Terhadap Gambaran Darah Mencit (Mus Musculus) Masa Post Partus. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (710kB) |
|
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (737kB) |
|
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (742kB) |
|
Text
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (813kB) |
|
Text
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf Download (1MB) |
|
Text
6. BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN.pdf Download (1MB) |
|
Text
7. BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 2026. Download (4MB) | Request a copy |
|
Text
8. BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only until 2026. Download (722kB) | Request a copy |
|
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (816kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman ekstrak daun katuk kering (KK) dan katuk hijau (KH) selama masa kawin sampai post partus terhadap gambaran darah mencit pada masa post partus. Penelitian ini menggunakan 36 ekor mencit betina yang dibagi dalam tiga kelompok yaitu kelompok kontrol (K), kelompok ekstrak katuk kering (KK) dan kelompok ekstrak katuk hijau (KH). Masing-masing kelompok terdiri dari 12 ekor mencit. Pengambilan sampel darah dilakukan pada setiap kelompok berdasarkan waktu post partus yaitu pada hari ke-0, ke-2, ke-5 dan ke-7 masa post partus. Sampel darah dianalisis terhadap nilai hematologinya diantaranya jumlah sel darah merah, nilai hematokrit (PCV), kadar Hb dan jumlah sel darah putih. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan bila diantara perlakuan diperoleh hasil yang nyata. Pemberian minuman ekstrak KK dan KH selama masa kawin sampai post partus ternyata dapat memicu peningkatan nilai hematologi mencit pada masa post partus dibandingkan K. Pada kelompok KK menunjukkan adanya peningkatan jumlah sel darah merah walaupun tidak signifikan (P>0.05) dan peningkatan jumlah sel darah putih yang signifikan (P<0.05) bila dibandingkan dengan kelompok KH dan kelompok K. Peningkatan jumlah sel darah merah pada kelompok KK diikuti dengan peningkatan nilai hematokrit (PCV) dan nilai Hb. Nilai hematokrit (PCV) dan kadar Hb kelompok KK menunjukkan peningkatan yang signifikan (P<0.05) bila dibandingkan dengan kelompok K. Pada kelompok KH juga menunjukkan adanya jumlah sel darah merah, nilai hematokrit (PCV), kadar Hb dan jumlah sel darah putih yang lebih tinggi bila dibandingkan K pada hari ke-2, ke-5 dan ke-7 masa post partus walaupun tidak signifikan (P>0.05). Hal ini dapat terjadi kemungkinan karena pengaruh kandungan senyawa aktif daun katuk yaitu alkaloida papaverine-like compound dan kelompok senyawa eicosanoid (Prostaglandin) yang dapat mempengaruhi organ-organ hemopoietik sehingga dapat menggertak proses pembentukan sel darah.
Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Uncontrolled Keywords: | Sauropus Androgynus (L.) Merr., Mus Musculus, Post Partus | |||||||||
Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > Including veterinary genetics, ethology, anatomy, physiology, embryology, pathology |
|||||||||
Divisions: | 06. Fakultas Kedokteran Hewan > Ilmu Kedokteran Hewan Dasar | |||||||||
Creators: |
|
|||||||||
Contributors: |
|
|||||||||
Depositing User: | indah rachma cahyani | |||||||||
Date Deposited: | 03 Jan 2024 13:53 | |||||||||
Last Modified: | 03 Jan 2024 13:53 | |||||||||
URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/128976 | |||||||||
Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
View Item |