HUBUNGAN ANTARA PREVALENSI HIPOPLASIA GlGI YANG ENDEMIS PADA ANAK-ANAK DENGAN KONSENTRASI FLUORIDA DALAM AIR MINUM DAN URINE, DAN DENGAN KARIES GIGI Penelitian di Kecamatan Asembagus Propinsi Jawa Timur

I GUSTI NGURAH RAI, - (1980) HUBUNGAN ANTARA PREVALENSI HIPOPLASIA GlGI YANG ENDEMIS PADA ANAK-ANAK DENGAN KONSENTRASI FLUORIDA DALAM AIR MINUM DAN URINE, DAN DENGAN KARIES GIGI Penelitian di Kecamatan Asembagus Propinsi Jawa Timur. Disertasi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
Hubungan Antara Prevalensi Hipoplasia Gigi Yang Endemis Pada Anak-Anak I GUSTI NGURAH RAI.pdf

Download (3MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian epidemiologis telah dilaksanakan di Kecamatan Asembagus, yang sccara administratif dibagi dalam 10 desa dcngan jumlah penduduk kurang lebih 40.000, mencakup 418 anak-anak sekolah dari 10 sekolah dasar yang mengalami pemeriksaan gigi. Hampir semua penduduk Kecamatan Asembagus mendapatkan air minum dari sumur-sumur kecuali penduduk desa Bantal, Kedunglo, Mojosari dan Kertosari bagian atas kemungkinan sekali air minumnya berasal dari kali. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan apakah kerusakan-kerusakan hipoplasia gigi yang endemis di KecamatanAsembagus adalah suatu fluorosis gigi. Analisa fluorida dalarn air minum dari kesepuluh desa telah dilaksanakan dan menunjukkan bahwa desa-desa sebelah barat seperti Asembagus, Kertosari dan Mojosari mempunyai konsentrasi fluorida rata-rata rendah antara 0.2-0.4 ppm F'; desa-desa di bagian tengah seperti Trigonco, Kedunglo dan Perante konsentrasi £luorida cukup tinggi antara 1.0-1.6 ppm F' dan desa-desa sebelah timur sepeni Wringinanom, Gudang, Awar-awar dan Bantal konsentrasi fluorida paling tinggi berkisar antara 2.2-2.7 ppm F', di mana terdapat aliran sungai Banyuputih yang mengandung konsentrasi fluorida rata-rata setinggi 5.1 ppm P'. Disamping analisa fluorida dalam air minum juga dilakukan ana lisa fluorida dalam urine dengan hasil berkisar antara 0.8 - 5.1 ppm F' dan rata-rat' 2.6 ppm F' hampir 2 kali lebih banyak daripada konsentrasi fluorida air minum. lni berarti adanya sumber fluorida tambahan selain dari sumber air minum. Pemeriksaan karies gigi telah dilaksanakan dan menunjukkan suatu prevalensi karies gigi yang rendah di mana 95% anak-anak yang diperiksa di Kecamatan Asembagus adalah bebas karies. Pemeriksaan fluorosis gigi menunjukkan suatu prevalensi fluorosis gigi yang tioggi di Kecamatan Asembagus di mana 418 anak-anak yang diperiksa 87% menunjukkan tanda-tanda fluorosis gigi. Tanda-tanda lain yang dikenal khas untuk fluorosis gigi telah menunjukkan bukti signifikan. Memperhatikan hasil-hasil analisa serta pemeriksaan-pemeriksaan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkao bahwa keadaan hipoplasia gigi endemis di Kecamatan Asembagus adalah benar-benar suatu keadaan fluorosis gigi (true fluorosis) terutama karena pemasukan fluorida yang berlebihan. Saran-saran tdah diberikan untuk mengurangi atau menghilangkan keadaan fluorosis gigi endemis di Kecamatan Asembagus.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: FLUORIDA
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi > S3 Ilmu Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM
I GUSTI NGURAH RAI, -NIM-
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
UNSPECIFIEDR. Hartono, -NIDN-
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 12 Feb 2024 01:51
Last Modified: 12 Feb 2024 02:51
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/130036
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item