Profil Protein Oosit Dari Berbagai Ukuran Folikel Pada Proses Maturasi Oosit: Sebuah Upaya Meningkatkan Kualitas Produksi Embrio In Vitro

Widjiati, - and Ismudiono, - and Tatik Hemawati, - (2003) Profil Protein Oosit Dari Berbagai Ukuran Folikel Pada Proses Maturasi Oosit: Sebuah Upaya Meningkatkan Kualitas Produksi Embrio In Vitro. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (FULLTEXT)
27. Widjiati.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan jangka panjang untuk memperoleh dasar dasar ilmu dan pengembangan produksi embrio in vitro yang mempunyai viabilitas tinggi dengan teknologi biomolekuler reproduksi melalui pengkajian profil protein yang berperan dalam proses maturasi oosit yang selanjutnya dapat dikembangkan untuk penyiapan kit deteksi kualitas oosit sebagai sumber embrio. Kualitas produksi embrio sapi secara in vitro masih cukup rendah. Dari beberapa penelitian produksi embrio in vitro tahap blastosis pada sapi sekitar 30% - 40% (Van Blerkom et ai, 1990). Salah satu faldor yang ikut mempengaruhi rendahnya produksi embrio adalah populasi oosit yang dimaturasi sangat heterogen sehingga proses pematangan akhir tidak berjalan secara sempurna (Hytell et al., 1997; Hagemann et al., 1992). Dari penelitian yang telah dilakukan Widjiati dan Rimayanti (2001) diketahui bahwa oosit yang dipanen dari folikel ukuran 30-12 mm prosentase jumlah oosit yang mencapai tahap metafase IT adalah 50%, sedangkan oosit yang dikoleksi dari folikel ukuran kurang dari 3 nun hanya mencapai 12%. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas oosit yang dihasilkan secara in vitro dari folikel yang bercliameter besar lebih baik daripada oosit yang dikoleksi dari folikel berdiameter kecil. Pentingnya mengetahui peran protein yang mempunyai fungsi menjaga kualitas oosit untuk dipakai dalam produksi em brio in vitro dan pencarian metode altematif untuk deteksi kualitas oosit berdasarkan profil protein sekama proses maturasi. Dipilihnya fraksi protein oosit dari berbagai ukuran folikel sebagai antigen untuk produksi antibocli, karena berdasarkan kajian immunologi antibodi ini akan mengenali fraksi protein yang mempunyai peran penting dalam proses maturasi, sehingga memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kit deteksi kualitas oosit yang dipersiapkan untuk produksi embrio in vitro.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: protein oosit; embrio in vitro; maturasi oosit
Subjects: R Medicine > RG Gynecology and obstetrics > RG1-991 Gynecology and obstetrics > RG500-991 Obstetrics > RG600-650 The embryo and fetus
S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan > Ilmu Kedokteran Hewan Dasar
Creators:
CreatorsNIM
Widjiati, --
Ismudiono, --
Tatik Hemawati, --
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 27 Feb 2024 01:55
Last Modified: 27 Feb 2024 01:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/130382
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item