DETEKSI TERJADINYA MUTASI GEN SPERMATOZOA PADA MENCIT AKIBAT PEMBERIAN FRAKSI AIR GANDARUSSA VULGARIS NESS

Dr. Orb. Bambang Purnomo S .• M.S., - and Widjiati. M.Si.,, - and Dr. Bambang Prajogo EW .• M.S., - (2005) DETEKSI TERJADINYA MUTASI GEN SPERMATOZOA PADA MENCIT AKIBAT PEMBERIAN FRAKSI AIR GANDARUSSA VULGARIS NESS. Laporan Magang thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (Fulltext)
2. Bambang P., dkk.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

"Gandarusa merupakan salah salu tanaman yang digunakan secara empiris oleh seba!,oian masyarakat papua sebagai ohat kontrasepsi pria Dari penelitian dilaporkan bahwa gandarusa mengandung senyawa gendarusin A dan B. Ditinjau dari struktur kimia, senyawa tersebut merupakan flavonoid glikosida Senyawa inilah yang diduga memiliki efek anti fertililas dengan menurunkan aktivilas hyaluronidase, sehingga dapat mencegah penetrasi spermatozoa meneit pada proses fertilisasi in vitro (lVF). Mekanisme hambatan penetrasi spermatozoa oleh flavonoid yang disebabkan oleh penurunan al.'tivilas hyaluronidase ada kemung1.inan karena pengaruh gang!,'lIan ekspresi gen, sehingga sintesis protein (enzim) menurun. Salah satu syarat WHO untuk kontrasepsi pria adalah non mutagenik. Pembuktian tidak terjadinya mutasi harus dilakukan secara molekuler. Untuk memberikan gambaran molekuJer band DNA spermatozoa epididimis meneit setelah pembcrian fraksi air Gendarussa vulgar; Ness, mala dilakukan penelitian pendahuluan dengan melihat profil band DNA spermatozoa epididimis meneit dengan metode gel agarosa. Pada penelitian digunakan 6 kelompok mencit jantan fertil sebagai hewan uji yang masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor mencit Kelompok I yaitu kelompok kontrol positif yang diberi hesperidin 0,2 % 0,5 mlnO g BB. Kelompok 2,3,4,5 diberi ekstrak fraksi air Gendarussa vulgari Ness 1120 LD5O, 1/40 LDj<), 1/80 LDj<) dan 1/160 LD5/) tiap 20 g BB. Dan kelompok 6 sebagai kontrol negatif diberi CMC Na 0,5 % 0,5 ml120 g BB. Ekstrak diberikan secara per oral salu kal; sehari selama 1,5 siklus spermatogenesis yaitu 53 hari, dengan dosis sesuai bera! badan mencit tiap minggu. Pada hari ke 54, mencit jantan dibedah, sperma diambil dengan memotong bagian cauda epididimis. Selanjutnya, dilakukan isolasi DNA dengan metode lisis buffer dan di running dengan gel agarosa. Gel direndam dengan pewama ethidium bromida, sehingga DNA akan tampak sebagai band berwama merah ornnge dengan Jampu UV. Gel di cetak dengan kamem polaroid agar mudah dalam pengamata/L Dengan persamaan regresi dari senyaw3. marker DNA Rf (X) Vs log bp (Y), diperoJeh jumlah pasangan basa DNA sampeJ. Berdasar hasil penelilian, band DNA spermatozoa epididimis meneit setelah pemberian fraksi air Gendarussa vulgar; Ness memberikan profil jamk migrasi DNA yang lebih pendek dibanding dengan kontroJ positif dan negatif Dari penelitian ini disalankan untuk mengetahui pengaruh flavonoid gandarusa terhadap perubahan konforrnasi DNA dan perubahan urotan basa nukJeotida dalwn moJekul DNA dengan analisis blotting."

Item Type: Thesis (Laporan Magang)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan > Ilmu Kedokteran Hewan Dasar
Creators:
CreatorsNIM
Dr. Orb. Bambang Purnomo S .• M.S., --
Widjiati. M.Si.,, --
Dr. Bambang Prajogo EW .• M.S., --
Depositing User: Jadik jdkyanto Wijayanto
Date Deposited: 27 Feb 2024 02:32
Last Modified: 27 Feb 2024 02:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/130389
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item