Muhammad Ishaq, -
(2004)
Perlindungan Hukum Bagi Pekerja Wanita Dalam Pelaksanaan Pemutusan Hubungan Kerja Secara Sepihak Karena Hamil Dan Status Kawin.
Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Abstract
Dengan berkembangnya zaman sekarang ini, yaitu zaman menuju era globalisasiatau era tinggal landas, menimbulkan suatu ungkapan bahwa setiap manusia harusbekerja untuk memenuhi kebutuhannya akan sandang, pangan, terlebih lagikebutuhan akan papan. Selain itu, dengan bekerja seseorang akan merasa bahwadirinya "EKSIS". Dia akan merasa dirinya ada dan bisa menikmati hidupnya.Undang-undang dasar 1945 dalam Pasal 27 ayat 2 menegaskan buhwa :"Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layakbagi kemanusiaan"Oleh karena itu, tidak hanya lelaki saJa yang bekerja, namun wanita jugamencoba untuk memperbaiki taraf hidup mereka menjadi lebih baik dengan carabekeija. Mereka beranggapan bahwa dengan berkembangnya zaman sekarang ini,hanya mengandalkan penghasilan dari suami atau kaum laki-laki saja tidak• bisamencukupi kebutuhan hidupnya. Sehari-hari yang semakin lama I hari hargakebutuhan •pokok dan biaya-biaya lainnya yang mahal, misalnya: harga beras, laukpauk, serta kebutuhan untuk biaya anak sekolah.
Actions (login required)
 |
View Item |