Yuniarti, - (2003) Pengaruh Teknologi Kloning Terhadap Status Anak Berdasarkan Hukum Islam. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (FULLTEXT)
YUIARTI.pdf Download (3MB) |
Abstract
Banyak masyarakat umum berpendapat bahwa kebahagiaan dalam sebuah keluarga tidak akan lengkap apabila tidak dilengkapi dengan kehadiran seorang anak, sedangkan tujuan dari perkawinan itu sendiri adalah membentuk keluarga. Dalam membentuk keluarga tersebut didalanmya terdiri atas seorang ayah, ibu dan anak. Setiap manusia yang melakukan perkawinan pasti menginginkan seorang anak. Bagi pasangan suami isteri yang tidak bisa memperoleh keturunan dalam perkawinannya, diharapkan agar tidak menempuh proses kloning ini untuk mendapatkan keturunan, karena bisa menempuh cara yang lain, misalnya melalui inseminasi buatan atau proses bayi tabung. Kloning manusia tidak boleh dilakukan karena merusak harkat dan martabat manusia, serta dapat menjungkir balikkan struktur kehidupan masyarakat.
Actions (login required)
![]() |
View Item |


