UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia) TERHADAP LIMBAL MESENCHYMAL STEM CELL KELINCI DENGAN METODE MTT ASSAY

VIDA SEANITA ZAHRO, - (2019) UJI SITOTOKSISITAS EKSTRAK DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia) TERHADAP LIMBAL MESENCHYMAL STEM CELL KELINCI DENGAN METODE MTT ASSAY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
15. UJI SITOTOKSITAS EKSTRAK DAUN KEMBANG BULAN, VIDA SEANITA ZAHRO.pdf

Download (11MB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

"Uji Sitotoksisitas Ekstrak Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifo/ia) terhadap Limbal Mesenchymal Stem Cell Kelinci dengan Metode MTT Assay." Penelitian ini dilakukan dibawah bimbingan Dr. Hani Plumeriastuti, drh., M.Kes selaku pembimbing utama, Dr.Nusdianto Triakoso MP., drh selaku pembimbing serta dan Dr. Musto fa Helmi Effendi, DT APH., drh selaku dosen pemilik penelitian. Daun Kembang bulan (Tithonia diversifolia) merupakan tanaman yang dikenal dengan sebutan "daun insulin". Daun insulin telah turun temurun digunakan untuk menyembuhkan konstipasi, sakit perut, penyakit hepar, anti malaria, anti inflamasi, analgesik, antibiotik, anti mikroba dan lain-lain. Daun Kembang bulan berkhasiat sebagai obat diabetes, malaria dan penyakit infeksi lainnya. senyawa metabolit sekunder di antaranya tanin, alkaloid, steroid, terpenoid, dan fenol serta mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol yang terdapat pada bagian daun, kulit batang dan akar tumbuhan daun Kernbang bulan. Ekstrak daun Kembang bulan yang mengandung flavonoid merupakan senyawa aktif bahan alarn yang telah diteliti memiliki aktivitas antihiperglikemik sebagai obat diabetes. Senyawa toksis dalam ekstrak daun Kembang bulan yang diduga bertanggung jawab menimbulkan efek toksis adalah sesqwterpene lactones dan turunan asarn klorogenik. Sesquiterpene lactones merupakan senyawa melimpah hasil metabolit sekunder tanaman yang merupakan bagian besar dari kelompok terpenoid. Senyawa ini ditemukan terutama pada family asteraceae diantaranya Tahonia diversifolia. Mekanisme toksis senyawa ini disebabkan mayoritas sesquiterpene /actones menyebabkan menipisnya glutathione dan alkilasi protein, menghasilkan peningkatan stres oksidatif dan perubahan fungsional protein teralkilasi. Khasiat dan efek sitotoksisitas yang dimiliki daun Kembang bulan banyak mendorong pengembangannya menjadi obat herbal terstandart (OHT) dan obat fitofarmaka agar terjamin khasiat dan keamanannya. Mesenchymal Stem Cell merupakan salah satu sel yang sedang dikembangkan untuk dimanfaatkan sebagai salah satu sumber altematif terapi sel, terutama pada beberapa penyakit degeneratif. Potensi Mesenchymal Stem Cell yang bersifat multipotent, yaitu dapat berdiferensiasi menjadi beberapa tipe sel, seperti osteosit, kondrosit, adiposit. Mesenchymal Stem Cell dapat berdiferensiasi menjadi sel syaraf, kardiomiosit, hepatosit, dan sel islet pankreas. Mesenchymal Stem Cell dapat diisolasi dari berbagai jaringan dewasa, seperti sumsum tulang, darah tepi dan cairan amnion, meskipun dalam jumlah sel terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun Kembang bulan (Tithonia diversifolia) memiliki efek sitotoksisitas terhadap Umbal Mesenchymal Stem Cell Kelinci. Limbal Mesenchymal Stem Cell Kelinci diperoleh dari koleksi sel milik Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan (kontrol media, kontrol sel, 0,5%, 0,25%, 0,125%, 0,0625%) dengan masing-masing 6 kali pengulangan. Penelitian tni dilakukan di Laboraturium Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga selama 2 hari. Sel yang telah siap diberikan perlakuan, dibagikan ke tiap 36 well. Kelompok kontrol sel berisi Limbal Mesenchymal Stem Cell dan media eagle, kelompok kontrol media hanya berisi media eagle, dan kelompok berisi Limbal Mesenchymal Stem Cell Kelinci yang diberi ekstrak daun Kembang bulan dengan konsentrasi 0,5%, 0,25%, 0,125%, 0,0625% yang kemudian diinkubasi selama 24 jam di inkubator C02 5% pada suhu 37 °C. Sel yang dipapar ekstrak daun Kembang bulan selama 24 jam, kemudian dihitung viabilitas selnya menggunakan metode MTT Assay. Enzim dehidrogenase dari mitokondria Lrmbal Mesenchymal Stem Cell Kelinci yang masih hidup akan mereduksi garam MTT yang berwarna kuning menjadi garam formazan yang berwarna biru-ungu yang dikuantifikasi dengan spektofotometer yang disebut ELISA reader dengan panjang gelombang 595nm, hingga didapat hasil berupa densitas optis (OD). Nilai Optical Density (OD) yang dapat digunakan untuk menghitung presentase kehidupan sel pada tiap perlakuan. Datadata yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan Duncan 's Multiple Range Test, nilai LCso dianalisa menggunakan program SPSS versi 21 f br windows. Berdasarkan hasil pengamatan pada uji sitotoksisitas ekstrak daun Kern bang bulan dengan konsentrasi 0,5%, 0,25%, 0,125%, dan 0,0625% yang dikontakkan langsung dengan Limbal Mesenchymal Stem Cell Kelinci yang kemudian diinkubasi 24 jam, menunjukan presentase sel hidup yang berbeda pada setiap perlakuannya. Hasil penelitian yang didapat dari pemberian konsentrasi ekstrak daun Kembang bulan terhadap Limbal Mesenchymal Stem Cell kelinci menggunakan MTT Assay pada konsentrasi 0,0625% menunjukkan jumlah persentase Limbal Mesenchymal Stem Cell Kelinci yang hidup sebesar 50%, pada konsentrasi 0,125% menunjukkan jumlah persentase Limba/ Mesenchymal Stem Cell kelinci yang hidup sebesar 33%, pada konsentrasi 0,25% menunjukan jumlah persentase Lunbal Mesenchymal Stem Cell kelinci yang hidup sebesar 29%, dan pada konsentrasi 0,5% menunjukan jumlah persentase Limbal Mesenchymal Stem Cell kelinci yang hidup sebesar 14%. Hasil pengamatan yang didapat menunjukan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun Kembang bulan, maka semakin rendah jumlah presentase Umbal Mesenchymal Stem Cell kelinci yang hidup, yang berarti semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun Kembang bulan, maka semakin tinggi pula efek sitotoksisitas terhadap L1mbal Mesenchymal Stem Cell kelinci, sehingga pada konsentrasi terendah 0,0625% menghasilkan viabilitas set tertinggi, sedangkan ekstrak daun Kembang bulan dengan konsentrasi 0,5% menghasilkan viabilitas sel terendah. Nilai LCso ekstrak daun Kembang bulan terhadap Limbal Mesenchymal Stem Cell kelinci terletak pada konsentrasi 0,059%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine
Divisions: 06. Fakultas Kedokteran Hewan > Ilmu Kedokteran Hewan Dasar
Creators:
CreatorsNIM
VIDA SEANITA ZAHRO, -NIM061511133037
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorHANI PLUMERIASTUTI, -NIDN0008085905
UNSPECIFIEDNUSDIANTO TRIAKOSO, -NIDN0005056803
Depositing User: Agung BK
Date Deposited: 27 Feb 2025 06:41
Last Modified: 27 Feb 2025 06:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/136584
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item