Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Tingkat Ekonomi Terhadap Penggunaan Label Obat Pada Swamedikasi

Vincentia Mega Devita, - (2004) Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Tingkat Ekonomi Terhadap Penggunaan Label Obat Pada Swamedikasi. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (Fulltext)
050012287.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Swamedikasi atau penggunaan obat bebas merupakan upaya yang banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan atau gejala penyakit (Suryawati, 1995). Seiring dengan meningkatnya peran swamedikasi di masyarakat, penggunaan obat bebaspun mengalami peningkatan. Obat bebas relatif aman bila digunakan dengan benar. Agar obat bebas dapat digunakan secara aman dan efektif, kualitas obat itu sendiri serta informasi mengenainya haruslah memenuhi persyaratan. Informasi yang terkait dengan penggunaan obat bebas dapat diperoleh dari beberapa sumber, tetapi sumber utama informasi adalah label obat. Label obat adalah cetakan informasi yang dilekatkan pada wadah obat, yang akan membantu konsumen dalam memilih obat bebas serta menggunakannya dengan tepat. Agar label obat dapat memegang peranan penting dalam pemilihan dan penggunaan obat secara tepat, informasi pada label harus diperhatikan oleh konsumen, dipahami, serta dipatuhi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai perhatian, pemahaman, dan kepatuhan konsumen terhadap label obat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis apakah tingkat pendidikan dan tingkat ekonomi mempengaruhi perhatian, pemahaman, dan kepatuhan konsumen pada label obat. Penelitian ini dilakukan di Desa Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Sebagai responden dalam penelitian ini dipilih ibu rumah tangga. Untuk menentukan sampel digunakan metode cluster sampling. Metode pengumpulan data adalah dengan metode wawancara dengan menggunakan angket. Hasil analisis membuktikan bahwa faktor tingkat pendidikan, dan tingkat ekonomi secara simultan, dan parsial berpengaruh secara signifikan terhadap perhatian, dan pemahaman pengguna obat bebas terhadap label obat. Tingkat pendidikan mempunyai pengaruh yang lebih dominan, yaitu sebesar 36,9% terhadap perhatian pada label obat, serta sebesar 40,0% terhadap pemahaman. Tingkat pendidikan, dan tingkat ekonomi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan pengguna obat bebas terhadap label obat, baik secara simultan maupun parsial. Persentase pengguna obat bebas yang jarang atau tidak pernah membaca semua informasi pada label obat masih cukup besar. Sebagian besar pengguna obat bebas kurang memahami informasi yang terdapat pada label obat, yaitu 45,5%, dan 25,3% tidak memahami informasi pada label obat. Hal ini akan mempengaruhi ketepatan dan keefektifan dalam memilih dan menggunakan obat bebas. Secara umum, kepatuhan masyarakat dalam mengikuti aturan pakai yang terdapat pada label sudah cukup baik. 75% pengguna obat bebas tidak pernah menggunakan obat bebas melebihi dosis untuk sekali minum, dan 77,8% pengguna tidak pernah menggunakan obat bebas lebih sering dari aturan pakai untuk sehari. Dari data diatas, tampak bahwa label obat belum sepenuhnya diperhatikan dan dipahami oleh pengguna obat bebas. Oleh karena itu, perubahan label obat menjadi lebih mudah dipahami, menarik, dan informasitf sangat dibutuhkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: non prescription drug, package insert, interest, comprehension, obedience
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Praktis
Creators:
CreatorsNIM
Vincentia Mega Devita, -NIM050012287
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorWahyu Utami, --
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 12 Mar 2025 03:27
Last Modified: 12 Mar 2025 03:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/136797
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item