Rully Yuliandhari, -
(2004)
Uji Aktivitas Antimalaria In Vivo Ekstrak Diklorometana Dan Metanol Biji Kopsia Arborea Bl Terhadap Plasmodium Berghei Pada Menci.
Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Abstract
Penyakit malaria sampai saat ini masih merupakan problem kesehatan di
dunia, termasuk di Indonesia. WHO memperkirakan sekitar 300-500 juta
penduduk di dunia terserang penyakit ini setiap tahunnya (WHO, 1997). Di
Indonesia malaria tergolong problem kesehatan masyarakat dengan tingkat
mortalitas tinggi, terutama di luar Pulau Jawa dan Bali yaitu daerah-daerah
endemis tinggi. Hal ini disebabkan terjadinya resistensi Plasmodium falciparum
terhadap beberapa obat malaria khususnya klorokuin.
Kopsia arborea Bl atau dikenal dengan nama pronojiwo merupakan salah
satu tanaman yang digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk
pengobatan berbagai macam penyakit dan bila ditinjau dari kandungan kimianya
atau pendekatan secara kemotaksonomi yaitu tanaman satu suku Apocynaceae
bahwa Kopsia arborea Bl mengandung alkaloid, flavonoid, saponin serta
terpenoid dan penelitian lain menyebutkan bahwa kandungan tersebut mempunyai
aktivitas sebagai antimalaria (Sutaryo, 1994).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak DCM dan
metanol dari biji pronojiwo pada mencit yang terinfeksi Plasmodium berghei
dengan cara menentukan harga ED50. Uji aktivitas antimalaria ini dilakukan secara
in vivo dengan menggunakan modifikasi metode Peter (1977), The 4-day
suppressive test of blood schizontocidal action.
Bahan yang digunakan adalah ekstrak DCM dan metanol biji Kopsia
arborea Bl. Untuk mendapatkan bahan tersebut dilakukan ekstraksi dengan cara
maserasi yaitu dengan menggunakan pelarut DCM dan metanol secara
berkesinambungan. Ekstrak kental kemudian dibuat suspensi dengan dosis 0,5-
200 mg/kg BB mencit. Untuk ekstrak DCM dengan rentang dosis 0,8-160 mg/kg
BB mencit sedangkan untuk ekstrak metanol dengan rentang dosis 1-75 mg/kg
BB mencit. Kontrol positif yang digunakan adalah klorokuin difosfat dosis 10
mg/kg BB mencit. Dan sebagai kontrol negatifnya digunakan larutan CMC Na 0,5
% dan DMSO 0,8 %. Masing-masing bahan diatas diberikan perhari secara oral
selama 4 hari berturut-turut.
Hasil uji diamati dengan cara membuat preparat hapusan darah tipis dari
hari ke-0 sampai hari ke-6 (D0-D6) dengan pewarnaan Giemsa pada gelas objek
dan dihitung jumlah eritrosit yang terinfeksi parasit dalam minimal 5.000 eritrosit
dengan mikroskop perbesaran 1.000 kali. Data yang didapat kemudian dianalisis
dengan komputer program SPSS for windows 10.0 untuk menentukan harga ED50.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen penghambatan larutan
klorokuin difosfat sampai hari ke-6 sebesar 100 %. Untuk ekstrak DCM pada
dosis 0,8016 mg/kg BB mencit; 1,6032 mg/kg BB mencit; 8,0160 mg/kg BB
mencit; 48,0960 mg/kg BB mencit; 80,1600 mg/kg BB mencit dan 160,3200
mg/kg BB mencit menunjukkan persen penghambatan terhadap Plasmodium
berghei masing-masing sebesar 14,09 %; 19,24 %; 37,28 %; 44,24 %; 53,94 %
dan 60,00 %. Dosis 160,3200 mg/kg BB mencit menunjukkan persen
penghambatan terbesar. Sedangkan untuk ekstrak metanol pada dosis 1,0012
mg/kg BB mencit; 5,0060 mg/kg BB mencit; 10,0120 mg/kg BB mencit; 25,0300
mg/kg BB mencit; 50,0600 mg/kg BB mencit dan 75,0900 mg/kg BB mencit
menunjukkan persen penghambatan terhadap Plasmodium berghei masing-masing
sebesar 9,76 %; 26,22 %; 35,37 %; 48,17 %; 66,87 % dan 80,49 %. Dosis 75,0900 mg/kg BB mencit menunjukkan persen penghambatan terbesar. Hasil analisis
probit menunjukkan harga ED50 ekstrak DCM biji pronojiwo sebesar 57,06942
mg/kg BB mencit dan ekstrak metanol sebesar 19,38764 mg/kg BB mencit. Dari
hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak DCM maupun ekstrak metanol
biji Kopsia arborea Bl mampu menghambat pertumbuhan Plasmodium berghei in
vivo.
Dari penelitian ini disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut
terhadap ekstrak DCM dan ekstrak metanol biji Kopsia arborea Bl terhadap
pertumbuhan Plasmodium berghei in vitro pada mencit serta melakukan isolasi
senyawa aktif yang berfungsi sebagai antimalaria.
Actions (login required)
 |
View Item |