Ida Ayu Kade Mastini, -
(2004)
Isolasi Asam Galat Dari Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.).
Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
Abstract
Jambu biji (Psidium guajava L.) adalah tanaman obat yang secara luas telah dikenal masyarakat Indonesia sebagai salah satu sumber bahan obat. Daun jambu biji memiliki aktivitas sebagai antivirus, antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, antimutagenik dan antihipergligemik. Salah satu kandungan dari daun jambu biji adalah asam galat yang merupakan senyawa polifenol turunan asam benzoat dengan aktifitas sebagai antivirus, antimikroba dan antioksidan kuat.
Telah dilakukan isolasi asam galat dari daun jambu biji dengan metode ekstraksi maserasi bertingkat. Eluen yang digunakan adalah n-heksana, etil asetat dan metanol. Asam galat yang terkandung dalam ekstrak metanol dipisahkan dengan kromatografi cair vakum dengan fase diam silika gel 60 G dan fase gerak campuran etil asetat-metanol dengan gradien 10% v/v. Fraksi yang terbanyak mengandung asam galat selanjutnya dimurnikan dengan dua kali KLT preparatif pada fase diam silika gel F254 yaitu dengan eluen kloroform: metanol: air (90:20:1 v/v) dan KLT preparatif kedua dengan eluen kloroform: metanol: air (70:30:1 v/v).
Kemurnian isolat yang diperoleh diperiksa dengan menggunakan KLT dua dimensi pada fase diam silika gel F254. Sebagai fase gerak pertama adalah campuran toluen: aseton: asam formiat (6:6:1 v/v) dan menghasilkan bercak tunggal pada Rf=0,62. Eluasi kedua menggunakan fase gerak campuran kloroform: aseton: asam formiat (15: 3,3: 1,7 v/v) dan menghasilkan bercak tunggal pada Rf=0,15.
Identifikasi isolat dengan KLT pada berbagai eluen yaitu kloroform: etil asetat: aseton: asam asetat (2:7:2:1 v/v), etil asetat: aseton: asam asetat (7:2:1 v/v), toluen: aseton: asam formiat (6:6:1 v/v), etil asetat: asam formiat: air (9:1:1 v/v), heksan: etil asetat: asam formiat:air (30:70:2:2 v/v) dan kloroform: aseton: asam formiat (15:3,3:2,5 v/v). Hasil KLT menunjukkan isolat memiliki Rf yang selalu sama dan warna yang sesuai dengan standar asam galat (SIGMA). Identifikasi spektra menunjukkan isolat memiliki spektra yang identik dengan standar asam galat (SIGMA) dengan nilai match factor=993,1662 dan kesamaan panjang gelombang maksimum isolat dengan standar pada 285-286 nm.
Pemeriksaan kromatogram pada pelat KLT yang dieluasi dengan kloroform: aseton: asam formiat (15:3,3:2,5 v/v) menunjukkan pada isolat terdapat dua puncak yaitu pada Rf=0,26 dan pada Rf=0,43. Standar asam galat yang dilarutkan dalam metanol menghasilkan kromatogram dengan satu puncak pada Rf=0,26. Sedangkan standar asam galat (SIGMA) yang mendapat perlakuan yang sama dengan isolat yaitu dipreparatif dua kali dengan eluen kloroform:
metanol: air (90:20:1 v/v) dan preparatif kedua dengan eluen kloroform: metanol: air (70:30:1 v/v), menghasilkan kromatogram dengan tiga puncak yaitu pada Rf=0,26; Rf=0,43 dan Rf=0,48. Hasil tersebut menunjukkan adanya penambahan pengotor pada proses pemurnian asam galat pada KLT preparatif dengan fase diam silika gel.
Identifikasi dengan spektrofotometri UV menghasilkan spektra isolat dengan panjang gelombang maksimum 260 nm, sedangkan standar asam galat (SIGMA) menghasilkan spektra dengan panjang gelombang maksimum 272 nm. Standar asam galat yang mendapat perlakuan yang sama dengan isolat yaitu dipreparatif dua kali dengan eluen kloroform: metanol: air (90:20:1 v/v) dan preparatif kedua dengan eluen kloroform: metanol: air (70:30:1 v/v), menghasilkan spektra dengan panjang gelombang maksimum yang sama dengan isolat yaitu pada 260 nm. Hasil tersebut menunjukkan adanya perubahan yang terjadi pada proses pemurnian asam galat pada KLT preparatif dengan fase diam silika gel yang mengakibatkan pergeseran panjang gelombang maksimum senyawa bila diamati dengan spektrofotometri UV.
Gallic acid is one of the substance which occur in Psidium guajava L. Gallic acid is an antivirus, antioxidant, antibacterial, anti-inflammatory, antimutagenic and antihipergligemic agent. The aim of this research is to isolate and identify gallic acid from Psidium guajava L. leaves.
Isolation is carried out by maceration method with increasing polarity of solvent using n-hexane, ethyl acetate and methanol. The separation of the component is achieved by vacuum liquid chromatography using silica gel and ethyl acetate-methanol with 10% v/v gradient as a solvent. The fraction II were purified with TLC preparative and one spot was obtained in second TLC preparative.
Qualitative analysis using TLC densitometry acquired 285 nm as the identically λ maximum with gallic acid standard, and the match factor is 993, 1662.
Actions (login required)
 |
View Item |