Adityo Sulasanto
(2004)
Biotransformasi Pirokatekol Dengan Kultur Suspensi Sel Solanum Mammosum L.
Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
Abstract
Salah satu keunggulan dari metode kultur sel tanaman adalah sel tanaman merupakan sumber enzim, di mana enzim tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengkatalisir reaksi-reaksi biotransformasi (Mantell et al., 1985). Reaksi biotransformasi yang sering dilaporkan adalah konjugasi glikosil (glikosilasi/ glikosidasi) di mana reaksi tersebut bersifat selektif dan spesifik yang secara sulit dilakukan dan tidak ditemukan pada mikroorganisme (Dombrowski dan Alfermann, 1992). Pembentukan glikosida oleh tanaman merupakan salah satu upaya tanaman untuk mengeliminasi/mentolerir senyawa-senyawa toksik yang berada dalam lingkungan tumbuhnya.
Penelitian biotransformasi sering menggunakan kultur suspensi sel karena kultur sel merupakan organisasi yang lebih sederhana dibanding tumbuhan lengkapnya sehingga penambahan prekursor dan perubahan-perubahan yang terjadi lebih mudah diamati.
Pada penelitian ini digunakan kultur suspensi sel Solanum mammosum L.. Secara alami tanaman Solanum mammosum L. diketahui mempunyai kemampuan untuk memproduksi solasodin; suatu senyawa glikosida steroid (Indrayanto, 1988), dengan demikian dalam tanaman tersebut terdapat enzim-enzim yang berperanan pada tahapan-tahapan reaksi biosintasa glikosida tersebut (Syahrani, 1997).
Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa kultur suspensi sel Solanum mammosum L. dapat melakukan reaksi biotransformasi terhadap pirokatekol serta untuk mengetahui pengaruh adanya cahaya terhadap hasil biotransformasi dengan perlakuan terang dan gelap. Parameter keberhasilan biotransformasi secara kualitatif adalah terjadinya perubahan pada struktur kimia molekul substrat
Actions (login required)
 |
View Item |