KURNIADI DARMAWAN
(2003)
DETEKSI PROTEIN SERUM DARAH AYAM YANG DISTIMULASI HORMON ESTEROGEN DENGAN METODE DOT BLOT.
Skripsi thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (FULLTEXT)
191. DETEKSI PROTEIN SERUM DARAH AYAM -KURNIADI DARMAWAN.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat protein tertentu pada protein serum darah ayam yang dihasilkan dari pengaruh stimulasi hormon estrogen.
Penelitian ini menggunakan tiga kelompok kelinci jantan, yaitu masing-masing kelompok terdiri dari dua ekor kelinci. Kelompok pertama disuntik dengan protein serum darah ayam yang tidak distimulasi hormon estrogen, kelompok kedua disuntik dengan protein serum darah ayam yang distimulasi hormon estrogen dan kelompok ketiga disuntik dengan protein kuning telur.
Penyuntikan antigen satu kali pada kelinci sebanyak 0,2 ml dengan konsentrasi 100 µl ditambahkan adjuvan komplit 100 µl secara subcutan. Dua minggu kemudian diulang lagi setiap satu minggu sekali selama tiga minggu dengan dosis yang sama tetapi menggunakan adjuvan inkomplit. Kemudian dilakukan pengujian reaksi antibodi-antigen dengan metode Dot Blot.
Hasil pemeriksaan imunoblotting dengan metode Dot Blot menunjukkan adanya reaksi positif Ag-Ab antara protein serum darah yang distimulasi hormon estrogen dengan protein kuning telur, adanya reaksi positif Ag-Ab antara protein serum darah ayam yang distimulasi dengan hormon estrogen dengan protein serum darah ayam yang tidak distimulasi hormon estrogen, dan adanya reaksi negatif Ag-Ab antara protein kuning telur dengan protein serum darah yang tidak distimulasi hormon estrogen.
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan adanya persamaan antara protein serum darah ayam yang distimulasi hormon estrogen dengan protein kuning telur, adanya persamaan antara protein serum darah ayam yang distimulasi hormon estrogen dengan protein serum darah yang tidak distimulasi hormon estrogen, dan adanya perbedaan antara protein serum darah ayam yang tidak dstimulasi hormon estrogen dengan protein kuning telur
Actions (login required)
 |
View Item |