Septi Ariadi (2025) Mendekonstruksi Praktik Biopower Dalam Pembangunan Kependudukan Dan Kesehatan: Upaya Mengembangkan Kualitas Penduduk Dan Kesehatan Yang Setara Dan Mandiri. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)
|
Text
prof septi.pdf Download (2MB) |
Abstract
Praktik biopower, sebagaimana diuraikan oleh Michel Foucault, telah menjadi alat strategis dalam mengarahkan pembangunan kependudukan dan kesehatan. Melahii mekanisme kontrol terhadap tubuh individu dan populasi, biopower memberikan kontribusi positif berupa peningkatan indikator kesehatan, seperti pengendalian penyakit menular, peningkatan angka harapan hidup, dan pengurangan angka kematian ibu dan anak. Namun, di balik keberhasilan ini, biopower juga menciptakan tantangan serius berupa ketimpangan struktural, diskriminasi, dan marginalisasi kelompok-kelompok tertentu, khususnya yang berada dalam posisi sosial-ekonomi rendah. Dengan karakteristiknya yang berlapis, biopower tidak hanya mencerminkan dominasi negara terhadap rakyatnya, tetapi juga mengungkap dinamika kekuasaan yang kompleks antara individu, masyarakat, dan struktur institusional. Praktik ini sering kali beroperasi di bawah narasi pembangunan dan kesehatan, namun berisiko mengabaikan aspek inklusivitas, kesetaraan, dan otonomi individu. "Dekonstruksi" terhadap praktik biopower, sebagaimana dikontekstualisasikan dalam pembangunan kependudukan dan kesehatan, menjadi kebutuhan mendesak. Langkah ini tidak hanya bertujuan membongkar dominasi kekuasaan yang eksploitatif, tetapi juga mengarahkan ulang kebijakan ke arah yang lebih humanis, adil, dan berbasis hak asasi manusia. Pendekatan ini memungkinkan terciptanya paradigma baru dalam pembangunan yang mengutamakan kemandirian, partisipasi, dan keadilan sosial bagi semua lapisan masyarakat. Melalui strategi dekonstruksi yang tepat, pembangunan kependudukan dan kesehatan dapat diorientasikan untuk mewujudkan sistem yang lebih berimbang. Sistem ini tidak lagi mendasarkan keberhasilannya pada pengendalian populasi semata, melainkan pada penciptaan kualitas hidup yang merata, berkelanjutan, dan inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sarna untuk berkembang secara mandiri.
| Item Type: | Pidato Guru Besar | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology | ||||
| Divisions: | Pidato Guru Besar > 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | ||||
| Creators: |
|
||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | ||||
| Date Deposited: | 23 Apr 2025 08:01 | ||||
| Last Modified: | 23 Apr 2025 08:15 | ||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137006 | ||||
| Sosial Share: | |||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


