KHARISTA OKTA DWI AYUNINGTYAS, - and LORENT CESAR VALLENTINO, - and PUTRI KAYLA FARAHAINI, - (2024) Manajemen Pembesaran Abalone (Haliotis Squamata) Pada Keramba Jaring Apung (Kja) Di Balai Perikanan Budidaya Laut (Bpbl) Lombok, Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (PKL)
142111133152_W6A9PVui6iS2Rmbj98KL0KLqlk_aWF.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
"Manajemen Pembesaran Abalone (Haliotis squamata) di Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat pada Keramba Jaring Apung melibatkan manajemen pakan, manajemen kualitas air, dan manajemen hama dan penyakit. Pembesaran abalone menggunakan media compartment gantung yang berisi 150 ekor dan 200 ekor yang diletakkan pada Keramba Jaring Apung (KJA). Manajemen pakan, meliputi perhitungan Feed Conversion Ratio (FCR) dan Specific Growth Rate (SGR). Monitoring pertumbuhan, meliputi Survival Rate (SR), pertumbuhan panjang mutlak dan pertumbuhan berat mutlak. Pemberian pakan abalon dilakukan sebanyak 2 hari sekali menggunakan jenis pakan Ulva sp. dan Sargassum sp dengan dosis pakan 250 gram pada compartment berisi 200 abalon dan dosis pakan 200 gram pada compartment berisi 150 abalon. SR abalon pada compartmen berisi 200 mencapai 72,3% dan compartmen berisi 150 mencapai 80,9%. FCR abalon pada compartmen berisi 200 mencapai 25,72 dan compartmen berisi 150 mencapai 35,38. SGR abalon pada compartmen berisi 200 mencapai 0,93% dan compartmen berisi 150 mencapai 0,64%. Pertumbuhan panjang mutlak abalon pada compartmen berisi 200 mencapai 0,016 cm/hari dan compartmen berisi 150 mencapai 0,011 cm/hari. Pertumbuhan berat mutlak abalon pada compartmen berisi 200 mencapai 0,089 gr/hari dan compartmen berisi 150 mencapai 0,56 gr/hari. Manajemen kualitas air dilakukan satu minggu sekali dengan parameter suhu, pH, salinitas, DO, nitrit, nitrat dan amonia. Hasil rata-rata pengukuran kualitas air selama ± 2 bulan, yaitu suhu 27,6?C, salinitas 33,3 ppt, pH 8.2, DO 6,1 mg/l, nitrit 0,007 mg/l, nitrat 0,02 mg/l, dan amonia 0,04 mg/l. Monitoring hama dan penyakit pada abalone dilakukan setiap 2 hari sekali dengan mengambil hama pada compartment gantung dan membersihkan compartment gantung yang ditumbuhi dengan teritip. Monitoring dengan pengambilan hama seperti bulu babi, sponge, teritip, kepiting, dan ikan predator. Pemanenan abalone dilakukan grading abalon untuk mengetahui ukuran yang sesuai dengan wadah pengemasan menggunakan waring dengan ukuran sesuai permintaan konsumen. Abalon ukuran konsumsi berkisar 4-5 cm dan ukuran benih berkisar 2-3 cm. Pada transportasi abalone diberikan oksigen dan es batu untuk menjaga suhu tetap stabil."
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Abalone, Manajemen Pakan, Manajemen Kualitas air, Manajemen Hama Penyakit | ||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture | ||||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan | ||||||||
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Depositing User: | sukartini sukartini | ||||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2025 06:12 | ||||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 03:16 | ||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137407 | ||||||||
| Sosial Share: | |||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


