RIA NUR FAIZAH, - and ZANI NOVIANTI, - and MIFTA PRASTICA SALMA, - (2024) "Manajemen Teknik Pembenihan Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus >< Epinephelus lanceolatus) di Instalasi Budidaya Laut (IBL) Situbondo Provinsi Jawa Timur ". Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (PKL)
142111133044_BUeypqeZ61E7zaWZVESdlHIXNG_hCW.pdf Restricted to Repository staff only Download (6MB) | Request a copy |
Abstract
"Potensi perikanan berupa ikan kerapu dapat dikatakan sebagai hasil perikanan dengan harga yang tinggi dan banyak diminati oleh masyarakat. Salah satu jenis ikan kerapu yang banyak diminati oleh masyarakat yaitu kerapu cantang, dimana ikan ini hasil persilangan antara ikan kerapu macan betina dan ikan kerapu kertang jantan. Beberapa sifat unggul yang dimiliki oleh ikan kerapu cantang yaitu memiliki pertumbuhan yang cepat, lebih toleran, dan tahan terhadap penyakit. Nilai ekspor ikan kerapu cantang meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2022 meningkat hingga 30,75% dan jumlah ekspor pada tahun 2022 mencapai 4.406 ton. Permintaannya yang terus meningkat menjadi peluang bagi pembudidaya untuk meningkatkan usaha pembenihan kerapu cantang. Biasanya ikan ini dijual untuk ukuran larva berkisar 2,7 - 3 cm yang dipelihara selama 35 - 45 hari. Pembenihan kerapu cantang masih mengalami beberapa hambatan seperti kualitas telur yang dihasilkan, manajemen pakan yang kurang baik, dan kualitas air yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan studi lebih lanjut terkait pembenihan ikan kerapu cantang sesuai dengan aturan CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik). Kegiatan pembenihan yang masih terbatas memerlukan solusi berupa strategi khusus yang dapat diterapkan oleh para pembudidaya. Tentunya, peran serta dari berbagai aspek di perikanan sangat dibutuhkan seperti keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan pembenihan, yakni dengan mengikuti kegiatan magang PKL (Praktik Kerja Lapang). Praktik Kerja Lapang bertujuan untuk mempelajari secara langsung terkait manajemen teknik pembenihan pada ikan kerapu cantang di Instalasi Budidaya Laut (IBL) Situbondo, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juni hingga 23 Agustus 2024 di Instalasi Budidaya Laut (IBL) Situbondo. Metode kerja yang digunakan yaitu menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari wawancara, observasi, dan partisipasi aktif, sedangkan data sekunder didapatkan dari dokumentasi dan studi pustaka untuk memperoleh data penunjang seperti data kualitas air, data pakan, dan data pertumbuhan larva dari penelitian sebelumnya. Teknik pembenihan ikan kerapu cantang meliputi beberapa tahapan yaitu persiapan bak pemeliharaan larva, sterilisasi air, penebaran dan penetasan telur, pemeliharaan larva, manajemen pakan, manajemen kualitas air, panen dan grading, packing dan pemasaran, kultur pakan alami, manajemen hama dan penyakit, serta biosecurity. Larva dipelihara pada bak beton yang berukuran 5 x 1,8 x 1,2 m yang dicat warna biru dan sudah disterilisasi dengan chlorine sebanyak 1 ppm. Jumlah telur yang ditebar setiap kolamnya yaitu 100.000 butir telur. Larva kerapu cantang menetas dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, nilai hatching rate (HR) yang diperoleh yaitu 70%, sehingga telur yang menetas yaitu 70,00 butir. Survival Rate (SR) akhir pemeliharaan adalah 7-10%, dengan rata-rata Specific Growth Rate (SGR) 3,51% per minggu. Kualitas air juga perlu dilakukan pengecekan untuk memperoleh kondisi yang ideal untuk larva, hasil pengukuran yang diperoleh yaitu salinitas berkisar 29 – 31 ppt, suhu 28 – 30oC, dan pH antara 7 – 8,5. Pengecekan kualitas air dilakukan seminggu 2 kali untuk mengetahui kondisi air yang digunakan sebagai media hidup larva, serta penggunaan antibiotik dan antiseptik sebagai antisipasi bagi larva terhadap serangan penyakit. Ikan kerapu cantang digolongkan menjadi ikan karnivora dengan tingkat kanibalisme yang tinggi, sehingga manajemen pakan sangat dibutuhkan untuk menentukan jumlah pakan dan jenis pakan yang diberikan sesuai dengan usia larva. Jenis pakan yang diberikan yaitu pakan alami seperti Chlorella sp., udang rebon, Artemia, dan rotifera, sedangkan pakan buatan menggunakan paka cair LHF 2 dan pakan pelet otohime. Pakan alami diberikan saat larva berumur 3 hari, karena pada umur 1 - 2 hari masih memiliki cadangan makanan. Banyaknya pakan yang diberikan menyesuaikan dengan tingkat konsumsi larva pada pakan tersebut. Ikan kerapu cantang diberikan pakan pelet dengan merk dagang otohime dengan kandungan protein mencapai 50-53% untuk menunjang pertumbuhannya. Pemberian pakan dilakukan secara adlibitum untuk mencegah kanibalisme, biasanya pakan diberikan 5 kali sehari pada pukul 06.00 - 16.00 WIB. Nilai FCR di pembenihan kerapu cantang IBL Situbondo yaitu 1,86, dimana nilai ini masih ideal untuk pembenihan kerapu cantang yang idealnya FCR tersebut tidak melebihi 2."
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ikan Kerapu Cantang, Manajemen Pembenihan Larva, Pertumbuhan Larva, Manajemen Kualitas Air, dan Manajemen Nutrisi Pakan. | ||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH328-329 Fishery management. Fishery policy | ||||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | ||||||||
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Depositing User: | Fahimatun Nafisa Nafisa | ||||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2025 07:40 | ||||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 02:54 | ||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137422 | ||||||||
| Sosial Share: | |||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


