KALE KHAIRI PUTIK NURIKHWANI, - (2023) TEKNIK PEMERIKSAAN VIRUS Viral Nervous Necrosis (VNN) PADA IKAN KERAPU (Epinephelus sp.) DENGAN METODE Polymerase Chain Reaction (PCR) PCR DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) SITUBONDO, JAWA TIMUR. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (PKL)
142011535036_vJxdw8BWXaJ8PLqNF10KHdatLyMroU.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
"Kerapu merupakan ikan yang menarik terutama pada tahap awal ketika masih kecil, setelah mencapai tahap layak konsumsi, ikan ini menjadi salah satu komoditas yang sangat unggul sehingga mempunyai harga yang relatif tinggi di pasaran. Indonesia merupakan negara yang mengirimkan komoditas ekspor laut unggulan yaitu ikan kerapu dalam jumlah besar keseluruh dunia. Industri budidaya ikan kerapu saat ini mengalami pertumbuhan dalam dua dekade terakhir karena meningkatnya kebutuhan pasar ekspor di Hong Kong, China, Singapura, dan Jepang Dalam usaha budidaya udang vaname, biasanya para pembudidaya melakukan pengembangan dalam usahanya. Tentunya dalam mengembangkan usaha budidaya ikan kerapu tidak terlepas dari berbagai masalah, salah satu penyebab kegagalan dalam budidaya ikan kerapu ditambak adalah karena infeksi penyakit. Salah satu penyakit yang dapat penjangkit Epinephelus sp. adalah Viral Nervous Necrosis (VNN). Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan VNN pada Epinephelus sp. untuk mencegah pesebaran penyakit tersebut. Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo pada tanggal 19 Juni – 18 Agustus 2023. Tujuan dari Praktik Kerja Lapang (PKL) ini adalah untuk mempelajari dan menganalisa prosedur pemeriksaan VNN dan kendala selama proses pemeriksaan di BPBAP Situbondo. Metode kerja yang digunakan dalam Praktik Kerja Lapang ini yaitu metode deskriptif dengan pengambilan data meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, partisipasi aktif, wawancara dan studi pustaka. Pemeriksaan VNN di BPBAP Situbondo menggunakan metode PCR Konvensional yang terdiri dari tahap ekstraksi RNA, amplifikasi, elektroforesis dan visualisasi hasil. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama 2 bulan ditemukan sampel Epinephelus sp. positif terinfeksi VNN dari 23 sampel yang diperiksa. Sampel yang terbukti negative akan dilakukan Pembebasan dan penerbitan Laporan Hasil Uji sehingga dapat melakukan kegiatan perdagangan ekspor ataupun impor. Kendala yang dialami pada saat pemeriksaan VNN yaitu band DNA yang bengkok, terjadi positif palsu, Marker atau sampel tidak terbaca, dan terdapat band pengganggu sehingga perlu mengganti larutan TAE Buffer secara berkala, gel agarose yang dibuat tidak terlalu tipis, dan mengulang kembali proses elektroforesis agar mendapatkan hasil yang pasti."
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | "VNN Ikan Kerapu PCR" | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.5-334.7 Fishery technology | ||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Tatik Poedjijarti | ||||||
| Date Deposited: | 26 Jun 2025 04:21 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 02:37 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137494 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


