TEKNIK PEMBESARAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SECARA INTENSIF PADA TAMBAK HDPE DI UNIT PELAKSANAAN TEKNIS BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT BAPL) BANGIL, PASURUAN, JAWA TIMUR

YUSFITA TIARA AKIRA FAHRUDI, - and TASSAVIRA MELATIE KUMALA, - and ADELIA KEZHIE ADHANI, - (2024) TEKNIK PEMBESARAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SECARA INTENSIF PADA TAMBAK HDPE DI UNIT PELAKSANAAN TEKNIS BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT BAPL) BANGIL, PASURUAN, JAWA TIMUR. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (PKL)
142111133060_rs-M5sxZOdqQKxrfu-dIa3foRhsrAG.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.unair.ac.id/wplib/

Abstract

"Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas ekspor unggulan yang berkontribusi besar pada devisa negara. Pada 2022, Indonesia mengekspor 241.200 ton udang vaname senilai 2,16 miliar USD, naik 6,57% dibandingkan tahun sebelumnya. Sistem budidaya intensif dengan tambak berlapis High Density Polyethylene (HDPE) mendukung produktivitas tinggi dan mengurangi risiko penyakit, menjadikannya solusi efektif untuk wilayah dengan kondisi tanah kurang subur. Tambak HDPE memudahkan panen dan mengurangi erosi serta kehilangan air. Dengan penerapan teknologi dan manajemen yang tepat, tambak ini dapat menghasilkan hingga 10,7 ton udang per 1.000 m² dalam 105 hari dengan rasio konversi pakan (FCR) sebesar 1,3. Pemantauan kualitas air juga sangat penting untuk menjaga pertumbuhan optimal, meliputi monitoring suhu, oksigen terlarut (DO), dan pH. Suhu tambak HDPE BAPL Bangil berkisar antara 28,2°C hingga 28,6°C, masih dalam batas optimal 24°C–34°C untuk pertumbuhan udang. Nilai DO di tambak berkisar antara 7,87 hingga 8,08 mg/L, melebihi standar minimal 3,5 mg/L, sehingga memastikan kondisi yang baik bagi kehidupan udang. Monitoring rutin diperlukan agar parameter tetap stabil dan mendukung kesehatan udang. Nilai salinitas di tambak berkisar antara 15 hingga 19 ppt, lebih rendah dari standar optimal 26–32 ppt. Rata-rata pH tambak berada dalam kisaran 7,89 hingga 9,45, sebagian besar masih dalam rentang optimal 7,5–8,5. Stabilitas pH sangat penting untuk menjaga kesehatan udang, dan pengelola tambak perlu memantau serta menyesuaikan salinitas agar lebih optimal. Probiotik seperti Super NB dan Super PS digunakan untuk menguraikan bahan organik dan menjaga kualitas air. Pada petak 11C, dosis Super PS ditingkatkan menjadi 20 mg/L karena ada kematian udang, dan hasilnya angka kematian menurun drastis. Kapur aktif (CaCO3) dengan dosis 30 mg/L diberikan untuk membantu menggumpalkan kotoran dan meningkatkan pH air tambak. Pakan yang digunakan terdiri dari pakan alami dan pelet merek Evergreen, disesuaikan dengan tahap pertumbuhan udang. Setiap fase memiliki ukuran pakan berbeda, mulai dari powder hingga pelet besar. Campuran bawang putih, kunyit, dan vitamin ditambahkan untuk meningkatkan nafsu makan dan kesehatan udang. Pemenuhan kebutuhan nutrisi penting agar udang tumbuh optimal dan mengurangi risiko stres. Pakan diberikan 4–6 kali sehari, disesuaikan dengan usia dan ukuran udang, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi secara optimal. Pada fase awal (DOC 1–30), digunakan metode blind feeding untuk memperkirakan kebutuhan pakan tanpa perhitungan spesifik. Fase selanjutnya (DOC 31–90) menggunakan perhitungan indeks dengan target 0,3 gram per ekor, memastikan efisiensi pakan dan kualitas air tetap terjaga. Hasil panen di tambak HDPE BAPL Bangil dilakukan secara parsial. Petakan 11A mencatat total panen tertinggi dengan 1.562,9 kg, sementara 11C menghasilkan total terendah, yaitu 793,3 kg. Pertumbuhan udang diukur melalui ABW dan ADG, dengan kolam 11A dan 11D mencatat berat rata-rata tertinggi pada DOC 75, masing-masing 16,3 dan 16,2 gram per ekor. Konsistensi dalam manajemen pakan dan kualitas air membantu mencapai pertumbuhan optimal selama siklus budidaya.Hasil panen dilakukan secara parsial di setiap petakan tambak. Petak 11A menghasilkan panen tertinggi dengan 1.562,9 kg, sementara 11C mencatat panen terendah sebesar 793,3 kg. Berdasarkan pengukuran ABW dan ADG, kolam 11A dan 11D mencatat pertumbuhan terbaik dengan berat rata-rata 16,3 dan 16,2 gram per ekor pada DOC 75. Pertumbuhan yang konsisten ini mencerminkan manajemen pakan dan kualitas air yang baik pada siklus budidaya."

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Udang vaname, Manajemen Budidaya, Manajemen Pakan, Manajemen Kualitas Air.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH327.5-327.7 Fishery resources. Fishery conservation
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur
Creators:
CreatorsNIM
YUSFITA TIARA AKIRA FAHRUDI, -NIM142111133060
TASSAVIRA MELATIE KUMALA, -NIM142111133072
ADELIA KEZHIE ADHANI, -NIM142111133087
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorAyu Lana Nafisyah, --
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 26 Jun 2025 05:45
Last Modified: 12 Jan 2026 03:38
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137513
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item