Erlin Amanda Meilinasyiffa (2024) Teknik Pemeriksaan Spring Viremia Of Carp (SVC) Pada Komoditas Air Tawar Dengan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) Di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (PKL)
142111535022_KRCgrFoJ_4-tAxw9U5_g9g-JcnVhw5.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Peningkatan produksi perikanan khususnya ikan air tawar mengalami peningkatan pada 2023 dari 508.724,31 ton menjadi 533.645,62 ton. Meningkatnya produksi perikanan air tawar menciptakan sistem budidaya secara intensif yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Konsekuensi dari budidaya ikan sistem intensif dengan padat tebar tinggi adalah peluang terjadinya permasalahan penurunan kualitas air. Hal ini menyebabkan penurunan ketahanan tubuh ikan sehingga ikan mudah terserang agen penyakit. Salah satu agen penyakit yang menjadi permasalahan budidaya air tawar dan menyebabkan mortalitas hingga 70% yaitu virus Spring Viremia Carp (SVC). Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan SVC pada komoditas air tawar untuk mencegah masuk dan tersebarnya penyakit pada ikan. Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksankan di Laboratorium Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Kemanan Pangan (SKIPM) Bandung pada tanggal 22 Juni – 24 Agustus 2024. Tujuan dari Praktik Kerja Lapang (PKL) ini adalah untuk mengetauhi prosedur pemeriksaan SVC dan kendala serta solusi selama proses pemeriksaan di Laboratorium SKIPM Bandung. Metode kerja yang digunakan dalam Praktik kerja Lapang ini yaitu metode deskriptif dengan pengambilan data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan mengikuti kegiatan di Laboratorium SKIPM, observasi, wawancara, dan studi literatur. Pemeriksaan virus SVC di Laboratorium SKIPM menggunakan metode PCR Konvensional dengan tahapan ektraksi RNA, amplifikasi RNA, elektroferisis, dan visualisasi hasil. Berdasarkan hasil pemeriksaan selama 2 bulan tidak ditemukan sampel ikan positif yang terinfeksi virus SVC. Total sampel ikan dengan pemeriksaan SVC di Lab. SKIPM Bandung berjumlah 48 sampel. Hal tersebut karena virus SVC merupakan virus yang umumnya ditemukan pada musim semi (spring) dengan suhu rendah, sedangkan Indonesia adalah negara beriklim tropis. Kendala yang dialami pada saat pemeriksaan virus SVC di Lab. SKIPM Bandung yaitu band kontrol positif yang tidak muncul atau tidak terbaca yang dimungkinkan karena bahan yang sudah melewati waktu kadaluwarsa.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | SVC, Virus, PCR | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH328-329 Fishery management. Fishery policy | ||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 30 Jun 2025 02:47 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 06:06 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137553 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


