PRATIWI DWI RAHMAWATI, - (2022) TEKNIK KULTUR Thalassiosira sp. SKALA LABORATORIUM DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU (BPBAP) SITUBONDO, JAWA TIMUR. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (PKL)
141911535043_a0nXWkMqBJjRgR9ECPuiezowYOc8Lr.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Thalassiosira sp. merupakan fitoplankton dari kelas Bacillaryophyta yang berasal dari jenis diatom laut yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami bagi udang terutama bagi larva udang fase nauplius hingga zoea dikarenakan kandungan yang dimiliki oleh Thalassiosira sp. dapat menunjang pertumbuhan larva udang. Kandungan yang dimiliki oleh Thalassiosira sp. terdiri dari protein 21,85 %-37%, lemak 2,41%-10%, karbohidrat 17%-21%. Selain itu, ukurannya juga sesuai dengan bukaan mulut larva udang. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan pakan udang dibutuhkan pemahaman tentang Teknik Kultur Thalassiosira sp. Skala Laboratorium. Praktek kerja lapang ini dilaksanakan di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, Jawa timur pada tanggal 11 Juli 2022 sampai 11 September 2022. Tujuan dari kegiatan Praek Kerja Lapang adalah untuk mengetahui Teknik Kultur Thalassiosira sp. dan mengetahui permasalahan dan upaya pemecahannya dalam proses kultur Thalassiosira sp. pada skala laboratorium di Balai di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo. Metode kerja yang dilakukan yaitu dengan pengamatan deskriptif dengan cara pengambilan data primer dan data sekunder. Teknik kultur Thalassiosira sp. skala laboratorium di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) di Situbondo dilakukan melalui beberapa tahap yaitu diawali dengan kegiatan sterilisasi peralatan dan bahan-bahan, kutur murni I hingga kultur murni II dan selanjutnya dilakukan perhitungan kepadatan Thalassiosira sp. yang di inkubasi selama 9 hari. Hasil yang didapatkan selama inkubasi 9 hari yaitu kepadatan sel Thalassiosira sp. pada kultur skala toples pada D0 terjadi fase adaptasi, pada D1 hingga D8 terjadi fase eksponensial, dan pada D9 terjadi fase penurunan. Sedangkan, pada skala carboy pada D0 terjadi adaptasi, pada D1 hingga D6 terjadi fase eksponensial dan fase penurunan terjadi di D7-D9. Pemanenan Thalassiosira sp. Dilakukan dengan memasukkan inokulan kedalam botol-botol dan sterefoam yang telah diberi es batu untuk menjaga suhunya agar tetap stabil. Permasalahan yang sering dihadapi pada saat kultur yaitu terjadinya kontaminasi selama proses kultur
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | THALASSIOSIRA SP. | ||||||
| Subjects: | Q Science > QL Zoology > QL614-639.8 Fishes | ||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | ||||||
| Date Deposited: | 01 Jul 2025 04:42 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 05:20 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137599 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


