Tantyo Ari Adi Wiguno, - (2021) Teknik Pembenihan Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) Di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Mayangan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Other thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (PKL)
141511133028_5c1bUh_5PkDr_YENlzVT7VnKRg5pLp.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
"Udang galah (Macrobrachium rosenbergii) merupakan komoditas perikanan yang memiliki ekonomis tinggi. Namun seiring perkembangan zaman udang galah semakin kurang diminati para pembudidaya dikarenakan adanya tren baru udang jenis lain yang memiliki harga lebih tinggi. Kelulushidupan atau survival rate (SR) udang galah memang tergolong rendah. Nilai rata – rata survival rate (SR) udang galah berkisar 12%-37%. Penyebab rendahnya angka kelulushidupan (survival rate) dipengaruhi salinitas yang berfluktuasi, kanibalisme antar individu, infeksi penyakit, kualitas air, indukan yang tidak unggul serta human error. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan daya tetas atau hatching rate (HR) udang galah yang mencapai 80% Praktek kerja lapang ini dilaksanakan di IBAP Probolinggo Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 17 Desember 2018 – 31 Januari 2019. Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif. Teknik pembenihan udang galah yang dilakukan di IBAP Probolinggo menggunakan sistem pemijahan alami secara massal. Induk betina akan diseleksi secara berkala untuk memantau apakah telur sudah siap menetas yang ditandai dengan warna cokelat tua. Induk yang siap menetas ditempatkan pada bak penetasan berisi air payau 6 ppt dengan sistem aerasi. Secara umum seluruh telur akan menetas dan menjadi larva dalam kurun waktu 36 jam. Namun diperlukan waktu selama 96 jam bagi induk betina untuk menetaskan telurnya secara total. Larva yang baru menetas masih memiliki egg yolk sebagai cadangan makanan yang akan habis dalam 48 jam. Setelah itu larva akan diberi pakan berupa alami yaitu Artemia sp., Flake, dan Cake. Hasil pengukuran sampling menunjukkan nilai Hatching rate (HR) sebesar 54,7 % dan Survival rate (SR) sebesar 40,6%. Penurunan nilai fekunditas diduga akibat induk udang galah yang terlalu sering digunakan untuk pemijahan. Induk yang terlalu sering memijah berdampak pada daya tetas telur serta jumlah larva yang hidup."
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Udang galah, Pembenihan, Hatching Rate, Survival Rate. | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries | ||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Budidaya Perairan | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 02 Jul 2025 06:31 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 03:43 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137640 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


