Afrida Alya Fitriani and Rudi Cahyono (2025) Hubungan Antara Kematangan Emosional dan Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal dengan Pengalaman Orang Tua Bercerai. Repository Universitas Airlangga. pp. 1-9. (Unpublished)
|
Text (Artikel Ilmiah)
Hubungan Antara Kematangan Emosional dan Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal dengan Pengalaman Orang Tua Bercerai_Afrida Alya Fitriani.docx.pdf Download (230kB) |
Abstract
Perceraian orang tua dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap anak, terutama saat mereka mulai menjalin hubungan romantis. Ketidakmatangan emosional yang timbul seringkali menghambat kemampuan individu dalam membangun hubungan pernikahan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosional dan kesiapan menikah pada dewasa awal yang memiliki pengalaman orang tua bercerai. Partisipan dalam penelitian ini yaitu 130 dewasa awal berusia 20–30 tahun yang memiliki orang tua bercerai serta memiliki pasangan namun belum menikah. Data dikumpulkan melalui metode survei menggunakan instrumen Kesiapan Menikah (Zakiah, 2012) dan Emotional Maturity Scale (Mumtazah, 2024). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 30. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kematangan emosional dan kesiapan menikah pada dewasa awal yang memiliki pengalaman orang tua bercerai.
Actions (login required)
![]() |
View Item |


