PROSES PEMBEKUAN UDANG VANAME (Litopenaeus Vannamei) DI PT. ISTANA CIPTA SEMBADA, BANYUWANGI, JAWA TIMUR

NADIYAH AMALIYAH, - (2022) PROSES PEMBEKUAN UDANG VANAME (Litopenaeus Vannamei) DI PT. ISTANA CIPTA SEMBADA, BANYUWANGI, JAWA TIMUR. Other thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text (PKL)
141911233015_UD0SH5A8xPJVjVem5Vu5pYUeHhX1oK.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

"Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas ekspor yang cukup popular di pasar dunia. Salah satu perusahaan yang telah melakukan ekspor ke berbagai negara adalah PT. Istana Cipta Sembada yang berlokasi di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Salah satu produk yang diproduksi perusahaan ini yaitu udang beku. Udang merupakan bahan pangan yang mudah mengalami kemunduran mutu karena jika tidak ditangani dengan baik. Kemunduran mutu udang dapat terjadi jika udang dibiarkan pada suhu ruang akibat aktivitas kimia, fisik, dan mikrobiologis. Salah satu cara untuk mempertahankan mutu udang adalah dengan perlakuan suhu rendah seperti pembekuan. Berdasarkan uraian di atas, maka dilakukan kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) mengenai proses pembekuan udang vaname di PT. Istana Cipta Sembada, Banyuwangi untuk mengetahui proses pembekuan udang vaname dengan metode Individual Quick Freezer (IQF), Contact Plate Freezer (CPF), dan Air Blast Freezer (ABF). Selain itu juga dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing dari metode yang digunakan. Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data meliputi data primer dan sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, partisipan aktif, dan studi pustaka. Tahapan proses pembekuan udang vaname dimulai dari proses penerimaan bahan baku udang, pencucian I, penimbangan l, pemotongan kepala, penimbang ll, kupas kepala, pencucian ll, sortasi size, penimbangan lll, soaking, pembekuan, metal detector, pengemasan, dan penyimpanan pada ruangan pendingin. Proses pembekuan dengan metode Individual Quick Freezer (IQF) menggunakan suhu < -80?C dan lama waktu proses yaitu 10-20 menit. Kelebihan dari metode ini adalah bahan pendingin (Nitrogen) yang digunakan bersifat ramah lingkungan dan dapat bersentuhan langsung pada produk, selain itu termasuk kedalam metode pembekuan cepat. Sedangkan kelemahannya adalah bahan pendingin yang digunakan mahal. Pada pembekuan dengan metode Contact Plate Freezer (CPF) menggunakan suhu -35? dan lama waktu proses yaitu 3-4 jam. Kelebihan dari CPF yaitu bahan pendingin (NH3) yang dapat digunakan berulang kali sehingga dapat mengurangi biaya operasional. Kelemahannya adalah memiliki kapasitas produksi yang cukup sedikit dibandingkan dengan metode pembekuan lainnya. Sedangkan pembekuan dengan metode Air Blast Freezer (ABF) menggunakan suhu -28 ?C hingga -30?C dan lama waktu proses yaitu 4-5 jam. Kelebihannya memiliki kapasitas pembekuan yang besar, namun termasuk kedalam metode pembekuan lambat."

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Freezing, Vaname Shrimp, Freezing Method
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334.5-334.7 Fishery technology
Divisions: 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Creators:
CreatorsNIM
NADIYAH AMALIYAH, -NIM141911233015
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorEndang Dewi Masithah, -NIDN0012096902
Depositing User: sugiati
Date Deposited: 04 Jul 2025 06:54
Last Modified: 12 Jan 2026 03:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137701
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item