Amirul Mustofa, - (2022) Teknik Budidaya Polikultur Ikan Bandeng (Chanos chanos), Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Lamongan Jawa Timur. Other thesis, Universitas Airlangga.
|
Text (PKL)
141911133057_mRl9icQlAsCa6ixDu4kJU0kOxedeSF.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
"Polikultur merupakan teknik budidaya dengan menempatkan dua atau lebih spesies yang dapat hidup dalam satu wadah budidaya. Kelebihannya dari budidaya polikultur dapat menghemat penggunaan lahan kolam budidaya. Pasalnya, hasil panen selama satu siklus dapat menghasilkan lebih dari satu komoditas sehingga mampu meningkatkan pendapatan dari pembudidaya. Selain itu dapat memanfaatkan pakan alami yang ada di tambak sehingga lebih efisien. Namun, tantangannya kombinasi spesies budidaya polikultur harus tepat. Lantaran harus dapat memanfaatkan makanan alami di kolam secara efektif, tanpa menimbulkan persaingan dalam segi makanan maupun ruang gerak. Berkaitan dengan hal itu, budidaya polikultur telah diterapkan di Instalasi Budidaya Air Payau (IBAP) Lamongan menggunakan tiga spesies yakni ikan bandeng (Chanos chanos), udang vaname (Litopenaeus vannamei), dan ikan nila (Oreochromis niloticus). Pertama, Ikan bandeng pemakan plankton sebagai pengendali kelebihan plankton dalam peraira. Kedua, udang vaname mendapat suplai oksigen terlarut dari pergerakan atau mobilitas ikan nila. Hubungan yang seperti ini dapat menyeimbangkan ekosistem perairan. Tujuan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini adalah untuk mengetahui teknik dalam sistem budidaya polikultur ikan bandeng, udang vaname dan ikan nila yang berlangsung dari 12 Agustus 2021 hingga 30 November 2021. Metode kerja yang digunakan pada kolam polikultur dengan luas 4.324 m2 dan kedalaman air 1 m di IBAP Lamongan yakni metode deskriptif melalui pengambilan data yang meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, partisipasi aktif dan studi pustaka. Pada prosesnya, budidaya polikultur diawali dengan persiapan kolam yang meliputi kegiatan pengeringan dasar kolam selama 3-5 hari, kemudian dilakukan pembalikan tanah dengan mencangkul, berikutnya pemberian kapur awal sebanyak 100 kg untuk meningkatkan pH, kemudian kolam diisi air setinggi 30 cm. Setelah dilakukan pengisian air dilakukan pengaplikasian saponin 15% dengan dosis 20 kg untuk memberantas hama yang ada di kolam. Setelah 2-3 hari sifat toksik saponin akan hilang, kemudian dilakukan pembersihan hama dan dilanjutkan dengan pengisian air setinggi 1 m. Setelah air terisi dilakukan pemupukan dasar yang bertujuan untuk menyuburkan tanah dalam merangsang pertumbuhan pakan alami. Pemupukan menggunakan pupuk urea dan pupuk SP-36 dengan dosis pada pemupukan awal sebanyak 15 kg pupuk urea dan 50 kg pupuk SP-36. Selanjutnya dilakukan penebaran benih, sebelum ditebar ke dalam kolam, benih udang maupun benih ikan diaklimatisasi terlebih dahulu selama 15 menit. Penebaran dilakukan pada pagi hari atau sore hari untuk menghindari suhu yang terlalu tinggi agar tidak terjadi stres pada benih. Benih udang ditebar pertama pada kolam. Benih udang vaname yang digunakan merupakan benur lokal yang diperoleh dari petani lokal dengan ukuran post larva (PL) 9 dengan jumlah 77.000 ekor dengan padat tebar 17 ekor/m2. Sedangkan selang 14 hari benih ikan bandeng yang ditebar. Benih ikan bandeng juga diperoleh dari petani lokal dengan ukuran 5-7 cm dengan jumlah 2.500 ekor dengan padat tebar 1 ekor/m2. Lalu 7 hari berikutnya benih ikan nila yang berasal dari IBAP Lamongan ditebar dengan ukuran 3-5 cm. Benih yang ditebar sebanyak 2.500 ekor dengan kepadatan 1 ekor/m2. Benih tersebut ditebar pada kolam budidaya polikultur dengan kepadatan tebar total 19 ekor/m2. Berikutnya kegiatan pemeliharaan dan pembesaran yang meliputi kegiatan manajemen pakan, manajemen kualitas air, monitoring pertumbuhan, serta pengendalian hama dan penyakit. Pemberian pakan dilakukan dengan memberi pakan alami yang ditumbuhkan dengan pemberian pupuk dan pakan tambahan. Pemberian pakan tambahan dilakukan dengan frekuensi satu kali sehari pada pagi hari dengan perbandingan pakan tenggelam dan terapung yaitu 1:1. Dosis total pemberian pakan tambahan yaitu 4 kg/hari. Pengukuran kualitas air seperti; suhu, pH, salinitas, dan kecerahan air dilakukan setiap hari. Monitoring pertumbuhan yaitu dengan cara sampling pertumbuhan. Sampling dilakukan setiap tujuh hari sekali dengan sampel acak 5-10 ekor udang dan ikan yang kemudian ditimbang menggunakan timbangan analitik, lalu dihitung berat rata-ratanya. Sebagai dasar pengendalian hama dan penyakit pada tambak yaitu dengan pengaplikasian biosecurity. Penerapan biosecurity seperti pemasangan barrier atau penghalang di sisi pematang kolam untuk mencegah hama masuk ke dalam kolam. Kemudian pemanenan dan pemasaran, pemanenan udang dan ikan dilakukan setelah 90 – 125 hari pemeliharaan. Pemanenan dilakukan secara total dengan mengurangi air pada kolam menggunakan pompa air yang disalurkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Hasil panen udang vaname pada sebanyak 225 kg dengan size 78 (78 ekor/kg) dan ikan bandeng sebanyak 293 kg dengan size 5 serta ikan nila sebanyak 362 kg dengan size 4. Hasil panen tersebut kemudian dipasarkan. Analisa usaha budidaya polikultur ini dengan total biaya produksi selama satu siklus sebesar Rp 12.395.300. Sehingga keuntungan atau laba yang didapatkan sebesar Rp 17.469.700. Break Event Point (BEP) produksi yang didapat yaitu 233 kg udang vaname, 413 kg ikan bandeng dan 495 kg ikan nila. BEP rupiah yang didapat Rp 55.088 untuk udang vaname, Rp 42.303 untuk ikan bandeng dan Rp 34.240 untuk ikan nila. Berdasarkan perhitungan dihasilkan Benefit Cost Ratio (B/C) 1,42, Revenue Cost Ratio (R/C) 2,42 dan Payback Period (PP) 0,41. Dengan demikian, kegiatan teknik budidaya polikultur ikan bandeng, udang vaname, dan ikan nila di IBAP Lamongan Jawa Timur layak dilanjutkan dengan mengantisipasi segala permasalahan yang terjadi termasuk memperketat biosecurity. "
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Polyculture, Milkfish, Vaname Shrimp, Tilapia | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH20.3-191 Aquaculture | ||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | sugiati | ||||||
| Date Deposited: | 07 Jul 2025 03:46 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 03:04 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137734 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


