Dewi Kartika (2024) Deteksi Viral Nervous Necrosis (VNN) pada Ikan Kerapu (Epinephelus sp.) dengan Metode Single-Step Polymerase Chain Reaction (PCR) dI Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (PKL)
142111535027_zh-rC13OMvbLsiNNgl6FyWGAdVRj4r.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
VNN merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus RNA yang termasuk dalam genus betanodavirus. Virus VNN telah banyak dilaporkan menginfeksi ikan laut yang dibudidayakan di Indonesia. Kejadian penyakit VNN di Indonesia dilaporkan pertama kali terjadi pada di daerah Banyuwangi Jawa Timur pada tahun 1997 pada budidaya ikan kakap putih. Kemudian virus ini menyebar ke Pulau Bali pada tahun 1998 dan merambah ke pembenihan kerapu sehingga menyebabkan kematian massal 100%. Infeksi VNN masuk dalam daftar penyakit di The Office International des Epizooties (OIE) dan menjadi masalah utama dalam produksi perikanan laut di dunia VNN di Indonesia telah ditetapkan dalam Kepmen nomor 26 tahun 2013 sebagai Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK) Golongan 1. Praktek Kerja Lapang dilakukan di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali pada tanggal 24 Juni – 24 Agustus 2024. Tujuan dari PKL adalah untuk mempelajari dan menganalisa deteksi virus Viral Nervous Necrosis (VNN) pada ikan kerapu (Epinephelus sp.) dengan metode Single-Step Polymerase Chain Reaction (PCR). Metode kerja yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pengambilan data meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, partisipasi aktif, wawancara dan studi pustaka. Pemeriksaan VNN di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali menggunakan metode single-step PCR yang terdiri dari tahapan ekstraksi RNA, amplifikasi, elektroforesis dan visualisasi hasil. Bendasarkan hasil pemeriksaan selama 2 bulan ditemukan 1 sampel Epinephelus sp. positif terinfeksi VNN dari 29 sampel yang diperiksa. Kendala yang dialami pada saat pemeriksaan VNN yaitu tidak munculnya kontrol positif, band DNA tidak lurus dan marker kurang terlihat jelas hal ini dikarenakan kualitas marker yang menurun sehingga perlu mengulang kembali proses elektroforesis agar mendapatkan hasil yang pasti.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Viral Nervous Necrosis (VNN), Ikan Kerapu, Single-Step Polymerase Chain Reaction (PCR), Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Bali. | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH328-329 Fishery management. Fishery policy | ||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 18 Jul 2025 02:57 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 07:23 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137872 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


