Gambaran Resiliensi Perempuan Emerging Adulthood Tanpa Ayah yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Sabrina Meirizqa Khaerunnisa, - and Ike Herdiana, - (2025) Gambaran Resiliensi Perempuan Emerging Adulthood Tanpa Ayah yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga. Repository Universitas Airlangga. (Unpublished)

[img] Text (Artikel Ilmiah)
112111133025_SABRINA MEIRIZQA KHAERUNNISA.pdf

Download (265kB)
Official URL: https://lib.unair.ac.id/

Abstract

Ketidakhadiran figur ayah pada perempuan dewasa awal menciptakan kekosongan dalam keluarga dan memunculkan pergeseran peran yang harus diisi oleh perempuan sebagai tulang punggung keluarga. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa dampak pada perempuan tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga memengaruhi dinamika keluarga. Pengalaman perempuan dalam mengisi peran tersebut mengungkapkan bagaimana interaksi faktor-faktor resiliensi berperan secara dalam membentuk adaptasi. Penelitian ini ingin mengetahui gambaran resiliensi perempuan emerging adulthoodtanpa ayah yang menjadi tulang punggung keluarga, dengan memperhatikan pengalaman, faktor penguat, hingga membentuk adaptasi saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Partisipan penelitian adalah perempuan usia emerging adulthood (18-29 tahun) tanpa ayah yang menjadi tulang punggung keluarga. Penggalian data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan teknik analisis data theory-driven, dan verifikasidata diperkuat dengan metodemember check. Penelitian ini menemukan bahwa ketidakhadiran figur ayah pada perempuan emerging adulthood menciptakan stresor yang berujung pada situasi krisis, dimana perempuan harus mengisi peran sebagai tulang punggung keluarga. Partisipan menunjukkan gambaran resiliensi dengan mengembangkan strategi koping yang berbeda, dimana faktor-faktor resiliensi berperan sebagai penguat pada proses koping. Seperti satu partisipan yang mengatasi situasi krisis belum sepenuhnya adaptif, sementara empat partisipan lain menunjukkan pertahanan diri yang lebih matang dan membentuk respons yang lebih adaptif. Optimalisasi faktor-faktor resiliensi mendukung keberhasilan proses koping dan membentuk adaptasi positif. Namun, tanpa dukungan lebih lanjut, adaptasi ini berpotensi kembali ke krisis. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun individu mengalami tekanan untuk melengkapi peran ayah, mereka tetap berpotensi untuk bertransformasi positif melalui pengembangan faktor-faktor resiliensi yang memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan dalam situasi yang mereka jalani.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Resiliensi, Perempuan Emerging Adulthood, Tulang Punggung Keluarga
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology > BF1-940 Psychology
H Social Sciences
H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
H Social Sciences > HG Finance
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: 11. Fakultas Psikologi > S1 Psikologi
Creators:
CreatorsNIM
Sabrina Meirizqa Khaerunnisa, -NIM112111133025
Ike Herdiana, -NIDN0022057505
Depositing User: Sabrina Meirizqa Khaerunnisa
Date Deposited: 22 Jul 2025 07:35
Last Modified: 22 Jul 2025 07:35
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137906
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item