Elmira Kurnia Agesti (2024) Teknik Pembenihan Ikan Hampala (Hampala Macrolepidota) di Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Pasuruan Jawa Timur. Other thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (PKL)
142111535023_Zaf4GPvBnOoU3I5BEAbKko6pvwfh7_.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Ikan Hampala merupakan ikan predator asli Indonesia yang dapat hidup di danau, sungai, dan waduk di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. Hampala macrolepidota merupakan salah satu jenis ikan karnivora dan memiliki nilai jual yang tinggi dipasaran. Terbatasnya ketersediaan ikan ini mengakibatkan kenaikan harga yang tinggi sehingga mengancam pada populasinya di alam. Hampala macrolepidota memiliki ciri khas garis hitam pada sirip punggung hingga sirip perut dan sirip caudal berwarna orange bahkan merah dengan garis hitam memanjang Tujuan Praktek Kerja Lapang yaitu untuk mengetahui teknik pembenihan ikan hampala di UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Pasuruan, Jawa Timur untuk memperoleh ilmu dan pengalaman seta permasalahan dan solusi dalam kegiatan pembenihan ikan hampala. Prakter kerja lapang dilaksanakan di UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Pasuruan Jawa Timur pada tanggal 24 Juni-24 Agustus 2024. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pengambilan data primer dan sekunder. Pengambilan data dengan melakukan observasi, pastisipasi aktif, wawancara dan studi pustaka. Kegiatan pembenihan ikan hampala yang dilakuka di UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Pasuruan diawali dengan pemeliharaan indukan, seleksi indukan, pemijahan ikan, dan pemeliharaan larva. Pemijahan ikan hampala dilakukan dengan metode semi buatan menggunakan hormon ovaprim. Hasil pemijahan yang didapatkan dari 1 pasang induk dengan perbandingan jantan 1 : 2 yaitu menghasilkan fekunditas 2.380 butir telur, Fertilization rate 90%, Hatching rate 79% , dan Survival rate 71%. Pemberian pakan larva ikan hampala ketika umur 3 hari yaitu berupa fitoplankton dan pada larva umur 4 hari hingga 35 hari yaitu Artemia sp. Pakan yang diberikan pada indukan ikan hampala berupa pellet apung. Sampling pertumbuhan larva ikan hampala dilakukan hingga minggu kelima yang menunjukkan pertumbuhan sangat baik. Hasil pengukuran kualitas air yang dilakukan pada kegiatan Praktek Kerja Lapang yaitu suhu berkisar antara 23,3oC-30,1oC, pH 6,49-8,9, dan kandungan oksigen terlarut yaitu 4,4-19,01 mg/l.
| Item Type: | Thesis (Other) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ikan Hampala, Pemijahan, Survival Rate | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH328-329 Fishery management. Fishery policy | ||||||
| Divisions: | 14. Fakultas Perikanan dan Kelautan > Akuakultur | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Sulistiorini | ||||||
| Date Deposited: | 25 Jul 2025 03:20 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 07:41 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/137946 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


