RANCANGAN OBAT BERBASIS LIGAN SECARA KOMPUTASIONAL DALAM RANGKA AKSELERASI PROSES PENGEMBANGAN OBAT DI INDONESIA

Nuzul Wahyuning Diyah, - (2025) RANCANGAN OBAT BERBASIS LIGAN SECARA KOMPUTASIONAL DALAM RANGKA AKSELERASI PROSES PENGEMBANGAN OBAT DI INDONESIA. [Pidato Guru Besar] (Unpublished)

[img] Text
34. NUZUL WAHYUNING DIYAH.pdf

Download (1MB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Ancangan obat berbasis ligan ini adalah: a. Rancangan obat berbasis ligan (LBDD) sebagai metode penemuan obat yang menggunakan informasi struktur dan sifat kimia ligan yang aktif mengikat target biologis, telah berkontribusi pada tahap-tahap dalam pengembangan obat baru untuk mengidentifikasi senyawa penuntun, mengarahkan modifikasi molekul dalam rangka optimalisasi sifat senyawa calon obat, yang mencakup sifat fisikokimia, farmakokinetik, dan aktivitas farmakologisnya; serta seleksi senyawa yang paling potensial untuk disintesis dan diuji aktivitasnya sebagai calon obat. Hal ini meningkatkan efisiensi dengan menurunkan waktu dan biaya pada tahap penemuan obat sehingga dapat dijadikan pilihan yang berharga dalam rangka akselerasi pengembangan obat. b. Banyak metode yang dapat dijadikan pilihan dalam LBDD, terutama QSAR dan pemodelan farmakofor, yang semakin tinggi kinerjanya dengan dukungan teknik komputasional masa kini. Berbagai teknik komputasi dalam LBDD bermanfaat dalam memprediksi aktivitas biologis, profil ADME, kemungkinan efek samping dan toksisitas, seperti: karsinogenik, mutagenik, atau teratogenik sebelum senyawa calon obat disintesis. Dengan menggunakan teknik docking molekul, yang asalnya dari pendekatan berbasis struktur (SBDD), untuk menguji aktivitas senyawa secara in silica, tingkat kemaknaan prediksi dapat ditingkatkan. Sebagai metodologi utama dalam LBDD, akurasi dan keandalan prediktif model Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (QSAR) juga meningkat dengan memanfaatkan perangkat dan teknik komputasi canggih dalam mengintegrasikan berbagai data kimia senyawa, melakukan perhitungan parameter sifat fisikokimia dan descriptor molekul, analisis dan pemodelan regresi secara komprehensif sehingga lebih efektif dalam proses seleksi calon obat potensial. c. Metode rancangan obat berbasis ligan secara komputasional yang dilanjutkan ke tahap sintesis dan uji aktivitas biologis, telah diterapkan dan terbukti bermanfaat pada pengembangan turunan as am benzoilsalisilat sebagai senyawa analgesikantiinflamasi, yang menghasilkan 3 senyawa potensial untuk diuji lebih Ian jut dalam tahap uji praklinik. LBDD juga diterapkan untuk: i) rancangan senyawa antibakteri baru konjugat gossypetin-asam kumarat yang potensial menghambat DNA gyrase pada sel bakteri target, dan ii) identifikasi secara in silica senyawa antibakteri untuk menanggulangi bakteri resisten, yaitu: 12 turunan luteolin yang menunjukkan aktivitas lebih tinggi terhadap DNA gyrase dibanding obat antibakteri siprofloksasin, dan mengikat enzim penyebab resistensi bakteri terhadap antibiotika, yaitu ESBL varian CTXM -15 dari bakteri Escherischia coli, lebih kuat daripada as am klavulanat, senyawa penghambat beta-Iaktamase, sehingga penelitian merekomendasikan modifikasi molekul dan sintesis senyawa 8-C-digitoksopiranosilluteolin untuk dikembangkan sebagai antibakteri baru. REKOMENDASI: 1. Seiring dengan kebijakan pemerintah tentang strategi untuk memetakan kemampuan beberapa lembaga riset di Indonesia yang berpotensi menghasilkan produk pengembangan obat barn yang dapat dihilirisasi menjadi produk obat, direkomendasikan untuk mengadopsi beberapa senyawa hasil riset yang telah dibuktikan potensinya sampai tahap praklinik, sebagai bahan aktif yang akan dikembangkan sebagai produk obat dengan melanjutkan proses ke tahap selanjutnya. 2. Bagi Perguruan tinggi direkomendasikan agar memfasilitasi kolaborasi riset antar bidang keahlian, yang meningkatkan kerjasama para peneliti dari research group dalam institusi untuk mengembangkan obat baru menggunakan senyawa aktif hasil riset dari tahap penemuan obat, sehingga dapat segera dilanjutkan ke tahap praklinik, pengembangan formulasi, uji klinik, sampai mendapatkan persetujuan dari badan yang berwenang. Dengan demikian akan tercapai akselerasi pengembangan obat sampai menghasilkan produk farmasi yang dapat diedarkan.

Item Type: Pidato Guru Besar
Uncontrolled Keywords: DRUG
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: Pidato Guru Besar > 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM
Nuzul Wahyuning Diyah, -NIDN0028126608
Depositing User: Dewi Puspita
Date Deposited: 17 Sep 2025 02:34
Last Modified: 17 Sep 2025 02:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/138157
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item