Alqatlya Wulandari Mustav, - (2022) PEMANFAATAN RUMPUT LAUT SEBAGAI PLASTIK BIODEGRADABLE DI LOKA RISET MEKANISASI PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Laporan Magang thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (FULLTEXT)
141911233099_JZxdAlDEU9z1KPG4_Q4oDEC47onl0p.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Salah satu komoditas perikanan unggul yang melimpah di perairan Indonesia yaitu rumput laut Kappaphycus alvarezii. Jumlah hasil rumput laut tersedia secara melimpah, tetapi pemanfaatan rumput laut di Indonesia masih belum optimal, sehingga perlu adanya pemanfaatan produk rumput laut salah satunya rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii. Hal tersebut menjadi alasan dilakukan Praktek Kerja Lapang di Loka Riset Mekanisasi Pengolahan Hasil Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemanfaatan rumput laut khususnya spesies Kappaphycus alvarezii. Rumput laut jenis K. alvarezii dapat dimanfaatkan pada pembuatan Alkali Treated Cottonii (ATC) sebagai bahan baku karagenan. Pembuatan ATC melalui tahapan ekstraksi rumput laut yang dapat dilakukan dengan metode konvensional dan microwave. Produk derivat rumput laut juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioplastik. Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilakukan dengan metode kerja observasi, wawancara, dan partisipasi aktif. Hasil pengolahan ATC dengan metode konvensional dan variasi KOH menunjukkan bahwa pemberian KOH memengaruhi kualitas dari produk ATC, semakin tinggi ATC semakin tinggi pula presentase rendemen dan suhu yang dihasilkan larutan ekstrak. Pembuatan ATC dengan metode microwave meningkatkan efisiensi proses dibandingkan dengan metode konvensional. Pemberian variasi daya juga memengaruhi kualitas ATC, semakin tinggi daya yang digunakan, semakin tinggi juga presentase rendemen dan suhu larutan ekstrak. Pembuatan bioplastik dilakukan dengan metode casting untuk melihat kemampuan pembentukan polimer film. Pembuatan bioplastik dilanjutkan dengan metode ekstrusi dengan tujuan untuk meningkatkan skala produksinya. Bahan utama bioplastik berupa tepung agar, tepung jagung, tepung tapioka. Bahan plasticizer yang digunakan adalah gliserol dan minyak. Uji degradasi air, uji tarik, dan uji degradasi tanah dilakukan pada hasil bioplastik metode ekstrusi. Hasil uji menunjukkan bahwa formula bioplastik E6 dan E7 memiliki karakteristik fisik, mekanik, dan durabilitas yang baik.
| Item Type: | Thesis (Laporan Magang) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kappaphycus alvarezii, Ekstraksi Rumput Laut, Alkali Treated Cotonii, Bioplastik | ||||||
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries |
||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Jadik jdkyanto Wijayanto | ||||||
| Date Deposited: | 06 Oct 2025 02:55 | ||||||
| Last Modified: | 12 Jan 2026 03:04 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/138251 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


