Aditya Nopit Safitra
(2022)
Studi Kasus Retensio Sekundinae Di Peternakan Bandung Selatan.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Fulltext)
151911213002_TsRk-OkarxecGgAl6c8i0vdXcu_5Z-.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Retensio sekundinae merupakan salah satu kejadian yang biasa terjadi akibat fetus atau sekundinae yang tidak dapat terlepas dengan sendirinya dari tubuh induk yang telah partus lebih dari waktu normal. Secara fisiologis sekundinae dapat dikeluarkan oleh tubuh induk dalam kurun waktu 8-24 jam setelah partus. Pengamatan ini dilakukan tuntuk mengetahui retensio sekundinae di Peternakan Bandung Selatan. Parameter yang diamati berupa persentase kejadian retensio sekundinae, gelaja klinis, faktor-faktor yang mempengaruhi, penangan serta pencegahan terjadinya kejadian retensio sekundinae di Peternakan Bandung Selatan. Jumlah sampel retensio sekundiane sebanyak 36 ekor dari jumlah total 253 (14,2%) kelahiran sapi perah pada bulan September-November 2021. Faktor penyebabnya adalah faktor stress dan distokia. Penanganan yang di lakukan setelah partus dalam waktu 4 jam plasenta masih menggantung dilakukan injeksi hormon oxytocin karena hormon ini dapat menstimulir kontraksi uterus sebagai pencegahan awal. Tindakan pencegahan untuk mencegah terjadinya kasus retensio sekundinae yaitu dengan menjaga kondisi induk sapi perah dalam masa kering dan transisi, mengoptimalkan pemberian kebutuhan nutrisi, melakukan penanganan kelahiran distokia dengan kondisi yang steril mungkin, serta menjaga sanitasi kandang untuk tetap bersih walaupun sapi perah mengalami kelahiran normal.
Actions (login required)
 |
View Item |