Nadia Ike Ramdhani
(2022)
Teknik Pembuatan Obturator Kerangka Logam Pada Kennedy Klas II.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Fulltext)
151910513060_bJ3heFP3nrIHI5VPzP0eNvJMis3kHp.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Latar belakang: Protesa maksilo fasial merupakan cabang kedokteran gigi yang berhubungan dengan cacat, baik kongenital maupun yang terdapat pada kepala dan leher. Obturator merupakan alat yang didesain untuk menutup suatu lubang atau celah yang terbuka. Kerangka logam lebih ideal dibandingkan gigi tiruan akrilik, karena dapat dibuat lebih sempit, lebih tipis, lebih kaku, dan lebih kuat, sehingga dapat dibuat disain yang ideal. Tujuan: untuk menambah pengetahuan mengenai teknik pembuatan obturator kerangka logam dengan kasus Kennedy klas II. Tinjauan Pustaka: Protesa obturator adalah suatu protesa maksilo fasial yang menggantikan komponen struktural yang hilang dari lengkung rahang atas termasuk langit-langit dan struktur dentoalveolar. Obturator dibuat untuk mengembalikan fungsi kunyah, berbicara, makan dan minum, serta aktivitas lainnya. Gigi tiruan sebagian lepasan dengan kerangka logam adalah protesa yang digunakan untuk meggantikan beberapa gigi dalam suatu lengkung yang basisnya terbuat dari bahan logam. Pembuatan protesa obturator kerangka logam dapat menggunakan bahan berupa resin akrilik dan logam cobalt chromium alloy. Kesimpulan: Teknik pembuatan obturator kerangka logam pada Kennedy klas II diawali dengan pembuatan kerangka logam melalui beberapa tahapan yaitu, survey dan blockout, pembuatan desain, duplikasi model, coating, waxing dan spruing, investing, casting, sandblasting, finishing dan polishing. Kemudian dilanjut pembuatan obturator akrilik dengan beberapa tahapan yaitu, pembuatan galengan gigit, penanaman artikulator, penyusunan gigi dan konturing, penanaman kuvet, buang malam, packing akrilik, deflasking, finishing dan polishing.
Actions (login required)
 |
View Item |