ISMA FADHILA ANA WATI, -
(2022)
EVALUASI PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) SHOTCRETE PADA PROYEK JALAN LINTAS SELATAN (JLS) LOT 6 PT PP (PERSERO) TULUNGAGUNG-TRENGGALEK.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
Abstract
Salah satu dampak pembangunan JLS Lot 6 yaitu adanya tebing pada sisi kiri dan kanan jalan, sehingga terdapat tebing yang rawan akan longsor. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menanggulangi longsor yaitu metode shotcrete. Pekerjaan shotcrete merupakan pekerjaan di ketinggian sehingga memiliki risiko bahaya yang tinggi. Salah satu penyebab meningkatnya risiko kecelakaan kerja yaitu adanya ketidaksesuaian SOP. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen K3 pada penerapan SOP pekerjaan shotcrete beserta indikatornya (komitmen perusahaan, komunikasi terhadap pekerja dan kompetensi pekerja). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan observatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 2 personil HSE dan 15 pekerja. Pengumpulan data menggunakan checklist, observasi lapangan dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemenuhan manajemen K3 90% termasuk ke dalam kategori memuaskan, komitmen perusahaan 50% termasuk ke dalam kategori kurang, komunikasi terhadap pekerja 83% termasuk ke dalam kategori baik dan kompetensi pekerja 62,5% termasuk ke dalam kategori baik. Elemen yang belum sesuai meliputi: kepatuhan memakai APD, SOP belum ditandatangani pengurus, SOP belum ditinjau ulang, terdapat pekerja yang bekerja tidak sesuai dengan prosedur, terdapat ketidaksinkronan isi SOP, pemberian safety briefing, pelatihan pekerjaan di ketingggian dan terdapat pekerja yang belum memiliki pengalaman bekerja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan SOP shotcrete belum sempurna. Perusahaan perlu meningkatkan kembali pengawasan terhadap pekerja, melakukan peninjauan ulang SOP, menandatangani dokumen SOP oleh pengusaha, memberikan pelatihan pekerjaan di ketinggian dan meningkatkan intensitas komunikasi terhadap pekerja.
Actions (login required)
 |
View Item |