Lailatul Fitriani
(2022)
Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 23 Atas Jasa Logistik (Studi Kasus Pada Pt Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Sidoarjo 61200).
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Fulltext)
151910713111_em5PcfPYOJ7r5cHSN41I69CNedNsMx.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Pemotongan PPh Pasal 23 seringkali mengalami permasalahan dimana pemberi jasa tidak ingin dibebani potongan PPh Pasal 23. PPh Pasal 23 atas jasa logistik di PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Sidoarjo 61200 dalam pemberlakuannya juga mengalami permasalahan serupa. Pemotongan PPh Pasal 23 dengan metode yang tepat dapat mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk menganalisis perhitungan PPh Pasal 23 atas jasa logistik pada PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Sidoarjo 61200. Metode kajian yang digunakan adalah metode studi kasus. Data diperoleh dari wawancara atau observasi, studi literatur dan pengumpulan data-data perusahaan. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa perhitungan pajak dengan metode gross-up menyebabkan beban sewa dan jumlah PPh Pasal 23 terutang meningkat dibandingkan dengan metode net. Selain itu, pada metode gross-up, tidak ada akun beban PPh Pasal 23. Mempertimbangkan kembali vendor yang akan digunakan menjadi salah satu alternatif agar pemotongan pajak lebih mudah dan efektif. Pemilihan akun yang tepat dilakukan gross-up dilakukan agar nilai Beban PPh yang ditanggung oleh perusahaan boleh dibebankan baik secara komersial maupun secara fiskal. Namun, metode ini hanya dapat diterapkan apabila pengguna dan penyedia jasa setuju untuk melakukan gross-up dan penggunaan metode ini harus dilakukan secara konsisten.
Actions (login required)
 |
View Item |