JASMINE IZZAH, -
(2022)
Sistem Recovery Oleh Maskapai AirAsia Selama Pandemi COVID-19.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
Abstract
Kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat semua perbatasan ditutup sepihak oleh pemerintah. Semua rute penerbangan dinonaktifkan, namun bandara tetap buka. Service Recovery adalah bentuk pertanggungjawaban maskapai atas terjadinya kegagalan dalam pelayanan. jika ada peristiwa yang menyebabkan kerugian penumpang seperti pesawat terlambat, bahkan penerbanganya batal maka maskapai harus membayar ganti rugi. AirAsia menawarkan dua opsi untuk Service Recovery. Metode Penelitian Kualitatif yang digunakan dalam Tugas Akhir ini lebih menekankan pada pengamatan fenomena serta meneliti subtansi dari fenomena itu sendiri. metode ini dipilih dengan tujuan melihat bagaimana individu atau kelompok menghadapi suatu isu. AirAsia menawarkan 2 opsi untuk Service Recovery, yaitu Voucher Akun Kredit berlaku selama 730 hari atau Berpindah jadwal penerbangan tanpa biaya selama periode yang ditentukan. Bentuk Service Recovery juga bisa mendapat pengembalian dana berupa barang. Prosedur untuk mendapat fasilitas Service Recocery ada 3 cara, melalui AVA, Kantor Penjualan, ataupun Pihak Ketiga. Awal perbatasan daerah dibuka kembali untuk pertama kali, AirAsia menggalakan pemasaran tiket Domestik. namun sangat disayangkan, tidak terdapatnya informasi mengenai bagaimana regulasi penerbangan saat Pandemi. bagi penumpang yang penerbanganya terbatalkan, Maskapai membuat kebijakan untuk mendapatkan service recovery harus menghubungi tempat pembelian masing - masing. Lama tidaknya proses Recovery tergantung dari opsi yang dipilih penumpang.
Actions (login required)
 |
View Item |