Winda Anggraini Suroso Putri
(2022)
Prosedur Diagnostic Wax Up Pada Gigi Anterior Untuk Pembuatan Restorasi Pada Kasus Diastema Sentral Dengan Gigitan Edge To Edge.
Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (Fulltext)
151910513055_EiW75G5Gyc99ffe_9veyQU9icTBs6e.pdf
Download (1MB)
|
Abstract
Latar Belakang : Prsedur diagnostic wax up pada gigi anterior untuk pembuatan restorasi pada kasus maloklusi edge to edge yag mengalami sentral diastema dengan rahang bawah gigi mengalami berejejal ringan. Dalam hal ini kasus ini dipilih karena pada gigi anterior rahang atas pasien mengalami sentral diastema yang mengganggu estetika dari gigi pasien maka dari itu dibuatkannya diagnostic wax up untuk mendapatkan restorasi yang baik untuk kasus tersebut dimana gigitan pasien mengalami gigitan edge to edge. Tujuan : Untuk mengetahui prosedur diagnostic wax up pada gigi anterior untuk pembuatan restorasi pada kasus diastema sentral dengan gigitan edge to edge. Kasus : Maloklusi edge to edge dikarenakan komdisi oklusi atau gigitan yang tidak normal dimana gigi seri atas dan bawah mengalami kontak langsung di sisi ujungnya atau pada bagian incisal dan mengalami sentral diastema. Kesimpulan: Diagnostic wax up merupakan suatu media untuk dokter gigi, teknisi gigi dan pasien untuk saling berkomunikasi. Maka diagnsostic wax up dibuat semaksisal mungkin agar memperoleh apa yang diharapkan dan diinginkan oleh berbagai pihak. Untuk tahap yang dilakukan pada saat pembuatan diagnostic wax up yaitu menerima model dari dokter gigi, menduplikasi model, membuat garis median, penanaman model pada artikulator, kemudian pembuatan wax up pada gigi 21 anterior rahang atas.
Actions (login required)
 |
View Item |