MUHAMMAD KUSDIANTORO, -
(2022)
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UNSAFE ACTION PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI DI PT X.
Tugas Akhir D3 thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
![[img]](https://repository.unair.ac.id/style/images/fileicons/text.png) |
Text (FULLTEXT)
151911713028_Yd594sA-gfm_S6HoSBr34LxqBhFfSU.pdf
Download (2MB)
|
Abstract
Unsafe action merupakan salah satu penyebab langsung terjadinya kecelakaan kerja. Terdapat beberapa faktor seperti umur, masa kerja, pengetahuan, sikap, dan pengawasan yang dapat menyebabkan pekerja melakukan unsafe action. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian unsafe action pada pekerja bagian produksi di PT X. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional, dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada sampel 30 pekerja bagian produksi di PT X. Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat. Analisis bivariat yang digunakan yaitu uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tidak memiliki hubungan dengan unsafe (p=0,311), hal tersebut disebabkan ada faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku pekerja. Masa kerja memiliki hubungan yang cukup kuat terhadap unsafe action (p=0,017), dimana semakin lama orang tersebut bekerja, maka akan semakin rendah unsafe action yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tidak memiliki hubungan dengan unsafe (p=0,854), hal tersebut disebabkan ada faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku pekerja. Sikap memiliki hubungan yang cukup kuat terhadap unsafe action (p=0,021), dimana semakin negatif sikap pekerja, maka akan semakin tinggi unsafe action. Pengawasan memiliki hubungan yang cukup kuat terhadap unsafe action (p=0,006), dimana semakin tidak baik pengawasan, maka akan semakin tinggi unsafe action yang terjadi. Unsafe action yang sering dilakukan yaitu tidak menggunakan alat pelindung diri ketika bekerja dan bekerja dengan posisi tidak ergonomis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang dapat diberikan adalah melaksanakan program reward and punishment atas segala tindakan yang telah dilakukan, mengoptimalkan fungsi mandor sebagai pengawas terkait penerapan K3 di tempat kerja., dan mengikutsertakan pekerja dalam pelatihan K3.
Actions (login required)
 |
View Item |