ALIFIAH WAHYU NUR FADILAH, - (2022) "Gambaran Tingkat Kelelahan Dan Stres Kerja Pada Operator Harbour Mobile Crane (HMC) Di Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak PT Pelabuhan Indonesia ( Persero ) Subholding Pelindo Multi Terminal Branch Jamrud, Nilam, Dan Mirah". Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.
|
Text
151911713029.pdf Download (2MB) |
Abstract
Kelelahan menurunkan kapasitas kerja dan ketahanan kerja yang ditandai oleh sensasi lelah, motivasi menurun, dan aktivitas menurun. Adanya keseimbangan antara kerja fisik dapat membuat pekerja nyaman, aman, dan tidak mengalami stres kerja yang berlebihan. Stres sangat bersifat individual dan pada dasarnya bersifat merusak bila tidak ada keseimbangan antara daya tahan mental individu dengan beban yang dirasakannya. Apabila tidak ada keseimbangan antara kerja fisik akan menyebabkan konsentrasi, kemampuan, dan efektivitas menurun. Hal tersebut merupakan sebagian dari tanda-tanda kelelahan, kelelahan yang berlanjut akan mengakibatkan stres kerja. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui gambaran antara tingkat kelelahan dan stres kerja pada operator Harbour Mobile Crane (HMC) di Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak PT Pelabuhan Indonesia. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kelelahan (X) yaitu menggunakan alat ukur waktu reaksi (reaction timer) Lakassidaya 77, sedangkan instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat stres kerja (Y) adalah kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42). Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan metode tabulasi silang dan disajikan dalam bentuk tabel dan deskripsi yang menjelaskan tingkat kelelahan dan stres kerja pada operator HMC di Terminal Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak PT Pelabuhan Indonesia. Kesimpulan yang dapat ditarik yakni semakin tinggi angka kelelahan, semakin tinggi pula tingkat stres yang dialami operator. Rekomendasi yang disarankan dapat berupa pengendalian secara administratif yaitu menyediakan selingan waktu disela-sela jam kerja (coffee break) untuk para pekerja mengembalikan energi dengan memberikan kudapan, menyediakan air minum yang cukup sesuai kebutuhan pekerja, dan memberikan musik kerja yang digemari oleh pekerja, serta mengimbau pekerja mengonsumsi air minum minimal 1 gelas (150–200cc) selama 15–20 menit sekali.
| Item Type: | Thesis (Tugas Akhir D3) | ||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Work Fatigue, Work Stress, HMC Operator | ||||||
| Subjects: | K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3661-3674 Public safety S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH343.9 Safety measures |
||||||
| Divisions: | 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja | ||||||
| Creators: |
|
||||||
| Contributors: |
|
||||||
| Depositing User: | Indah Fatma | ||||||
| Date Deposited: | 20 Oct 2025 08:43 | ||||||
| Last Modified: | 20 Oct 2025 08:43 | ||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/138550 | ||||||
| Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


